Penyebab Sampang Berubah Menjadi Zona Merah Covid-19

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN)

Kabarmadura.id/SAMPANG-Peta Madura berubah menjadi merah total setelah pertahanan Sampang sebagai kabupaten yang bertahan sebagai zona hijau jebol, Selasa (12/5/2020). Itu terjadi, setelah Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur merilis daftar jumlah warga Jawa Timur yang terinfeksi Covid-19.

Dari 1.649 warga Jawa Timur yang terinfeksi Covid-19 per 12 Mei 2020, salah satunya adalah warga Sampang yang kemudian tercatat sebagai pasien pertama atau diidentifikasi menjadi Pasien 01 Covid-19 Kabupaten Sampang.

Ihwal warga Sampang dinyatakan terinfeksi Covid-19, sebagaimana disampaikan Juru Bicara Komunikasi dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19  Sampang, Achmad Djuwardi, diketahui setelah Gugus Tugas Penangan Covid-19 Pemprov Jawa Timur mengumumkan hasil  tes swab seluruh pasien asal Jawa Timur.

“Yang menetapkan zona merah itu dari pihak Provinsi Jatim, bukan dari Sampang,” ucap Djuwardi menceritakan perubahan warna peta penyebaran Covid-19 dari sebelumnya hijau menjadi merah.

Lebih jelasnya, Djuwardi menguraikan bahwa pasien yang terinfeski Covid-19 adalah pria yang berprofesi sebagai satuan pengamanan (satpam) di Kecamatan Sampang dan sudah dirawat isolasi di ruang perawatan Balai Latihan Kerja (BLK). Dia dirawat isolasi sejak ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) mulai 27 April 2020 lalu.

Penetapan pasien asal Rongtengah sebagai ODP tersebut, jelas Djuwardi, dilakukan karena hasil rapid test menunjukkan reaktif Covid-19.

Sejatinya, Satgas Penanganan Covid-19 Sampang mengirimkan tiga sampel untuk dilakukan  tes swab. Masing-masing yang diambil sampel dari swab tenggorokan adalah dengan inisial A, warga Rongtengah, S warga Camplong dan H warga Karang Penang.

Sampel tersebut, dikirim pada 27 April lalu. Baru pada 12 Mei kemarin, kabar bahwa salah satu dari tiga orang yang dikirim sampelnya terinfeksi Covid-19.

Baca juga  HSN 2020, Pesantren Nurul Hikmah Pamekasan Gelar Istigasah

“Dari tiga nama itu, yang positif Covid-19 atas nama A warga Kelurahan Rongtengah, hasilnya keluar tadi sore,” tegas Djuwardi sambil menguraikan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes swab sampai memakan waktu 14 hari dari sebelumnya bisa didapatkan dalam 5 hari.

Terhadap konfirmasi Pasien Nomor 01 terinfeksi Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19  menyampaikan akan melakukan langka-langkah selanjutnya, yakni melacak orang-orang yang pernah kontak fisik dengan Pasien 01 Covid-19 Sampang itu.

Per tanggal 12 Mei 2020, di Sampang belum ada pasien yang masuk dalam kategori PDP. Namun, angka orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 mencapai 427 orang, atau tertinggi kedua di Madura setelah Bangkalan yang mencapai 789 orang.

Sebelumnya, dari seluruh ODP di Sampang, terdapat 3 orang yang meninggal dan pemulasaran jenazah dilaksanakan dengan tatalaksana Covid-19. Mereka juga sempat menjalani perawagtan isolasi di gedung BLK Sampang.

“Kami sudah antisipasi dengan menggunakan SOP dan protap khusus dalam proses pemakamannya, tapi belum bisa dipastikan yang bersangkutan terkonfirmasi atau bersih dari Covid-19. Kami masih menunggu hasil uji swab turun,” ucap Juru bicara Satgas Pencegahan Penanganan Covid-19 Sampang Djuwardi saat dikonfirmasi Kabar Madura, Senin (11/5/2020).

Bertambahnya satu pasein terinfeksi di Sampang, secara total, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Madura sebanyak 36 warga, dengan perincian, 20 warga asal Bangkalan, 10 warga asal Pamekasan, 5 warga asal Sumenep dan 1 warga asal Sampang.

Dari total 36 warga Madura yang terinfeksi Covid-19 tersebut, 2 pasien meninggal, asal Pamekasan dan Bangkalan masing–masing satu orang warga.

Kemudian 10 orang sudah dinyatakan sembuh dan bersih dari Covid-19, dengan perincian 6 orang dari Pamekasan dan 4 orang asal Bangkalan. Sementara sisanya, sebanyak 24 orang masih menjalani perawatan isolasi di rumah sakit.  (mal/bri/waw)

Baca juga  Dua Pekan Latihan Intensif, RD: Awas, Rawan Cedera

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan