Penyedia Beton Ungkap Kenakalan Kontraktor dalam Memanipulasi Bahan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) NAKAL: Buruknya pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sampang, tidak terlepas dari adanya manipulasi bahan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Kebobrokan kontraktor di Kabupaten Sampang dibongkar. Utamanya dalam realisasi pekerjaan infrastruktur di bidang betonisasi. Nakalnya oknum kontraktor itu diungkap Komisaris Utama PT Sejahtera Jaya Alim Mix H. Ali Mokaddas Said,Senin (4/1/2021).

Diamembeberkan tentang adanya oknum kontraktor yang akan memanipulasi keterangan barang demi meraup keuntungan yang besar.

Bacaan Lainnya

Oknum tersebut melakukan pembelian pembelian ready mix atau beton dengan tingkat kekerasan (K)200, namun meminta surat keterangan yang menjelaskan telah beli dengan ukuran K300.

“Kami tidak melayani kontraktor yang ingin membeli ready mixnya hanya K200 malah minta K300, karena ini sudah menyalahi aturan, apalagi keberadaan jalan dimanfaatkan oleh kita juga,” kesal H. Ali.

Hanya saja, permintaan kontraktor itu tidak disetujui PT. Sejahtera Jaya Alim Mix selaku perusahaan penyedia beton. Sebab, kata H. Ali, beton miliknya memiliki kualitas yang baik. Sebab dalam pengukuran tingkat kekerasannya, dilakukan dilaboratorium milik perusahaannya yang telah mendapatkan uji tera dariUnit Metrology Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sampang.

Anehnya, kontraktor tersebut justru menyebut beton dari PT. Sejahtera Jaya Alim Mix tidak bermutu dan akhirnya batal membeli.

“Perusahaan kami ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mengetahui bahan olahan untuk beton. Kami memakai bahan yang lebih berkualitas, seperti batu dan pasir, serta semennya. Bahan saya memakai semen PC 1, dan untuk pasir menggunakan pasir Lumajang. Kami bersedia untuk uji di lab. Bahkan ada kontraktor yang mengambil bahan saya hanya dijadikan sampel saat ada pengecekan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tuturnya.

Dikatakan pula, untuk sementara masih sedikit konsumen betonisasi yang membeli di perusahaan yang berlokasi di Dusun Baban I, Desa Pangilen, Sampang tersebut. Meski demikian, pihaknya berjanji akan memprioritaskan kualitas bahan. Sebab, layak tidaknya infrastruktur jalan bergantung pada kualitas betonisasi pada jalan tersebut.

“Kualitas bahan dan perputaran ekonomi ini sangat penting, untuk kemajuan Sampang, cuma jika tetap kondisi ini (kontraktor nakal) dibiarkan, kapan Sampang ini akan maju,” paparnya. (mal/ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *