Penyedia Jasa Transportasi Mengeluh Sepi Penumpang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BEROPERASI: Angkutan umum sudah mulai beroperasi di Terminal Ronggosukowati Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan–Menjelang diterapkannya kebijakan new normal, aktivitas angkutan umum di terminal Ronggosukowati Pamekasan, mulai kembali beraktivitas meski tidak sepenuhnya normal.

Hal itu disampaikan oleh Kawaki, salah satu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur yang bertugas di terminal Ronggosukowati Pamekasan. Menurutnya, saat ini aktivitas sejumlah armada bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) mulai beraktivitas normal di terminal Ronggosukowati.

Bacaan Lainnya

“Sudah mulai beroperasi, tapi masih belum sesuai jadwal, karena kan semua itu ada jadwal keberangkatan,” ungkapnya, Rabu (24/6/2020).

Sejauh ini, lanjut dia, dalam sehariaktivitas bus AKDP dan AKAP beroperasi di terminal baru sekitar 5 sampai 10 bus. Dia mengaku, pihaknya mencatat setiap bus yang transit di terminal baik kendaraan maupun penumpangnya. Hal itu dilakukan lantaran pihaknya harus memastikan awak bus dan penumpang tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, dia menjelaskan, bagi seluruh awak bus dan penumpang wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan.Bahkan untuk AKAP awak bus dan penumpang wajib melakukan rapid test terlebih dahulu, dan melampirkan keterangan hasil pemeriksaan rapid kepada petugas.Jika tidak demikian, pihaknya akan menegur dan melarang untuk melanjutkan perjalanan.

“Kalau bus sudah lancar, cuma penumpangnya yang belum lancar, penumpang masih sedikit, mungkin masih takut, karena ada protokol yang perlu diikuti,” tambahnya.

Di lain pihak, General Manager Perum Damri Kantor Cabang Pamekasan W.R. Dwi Janarko mengungkapkan, dari 10 armada siap guna operasi (SGO) yang ada, pihaknya hanya mengoperasikan satu armada, operasi itu mulai dilakukan setelah adanya surat edaran dari Dishub Provinsi Jawa Timur per tanggal 17 Juni lalu.

“Kami mulai beroperasi sejak tanggal 17 Juni kemarin, kalau angkutan umum yang lain dari sebelumnya sudah beroperasi,” tukasnya.

Dalam pelaksanaannya, dia mengaku mengalami sejumlah kesulitan, di antaranya, berusaha bangkit setelah sebelumnya cukup lama tidak beroperasi dan mengandangkan sejumlah armada bus menurutnya bukanlah sesuatu yang mudah, pihaknya harus merintis kembali dari awal dan menyiapkan segala sesuatu dari awal.

Terlebih lanjutnya, setiap armada hanya diperbolehkan membawa penumpang sebanyak 50 persen dari total kapasitas bus. Hal itu menurutnya merupakan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah kepada setiap angkutan umum. Dengan begitu pendapatan yang diperoleh tidak seperti sebelum adanya wabah.

Selain itu menurutnya, pihaknya mewajibkan seluruh awak bus untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19, pihaknya menyediakan sarung tangan, masker dan hand sanitizer untuk seluruh awak bus, bahkan, pihaknya menyediakan hand sanitizer untuk seluruh penumpang.

Dia menyebutkan, kendala terbesar yang dihadapi yaitu minat warga untuk melakukan perjalanan jauh. Hal itu dimaklumi, sebab penumpang harus memastikan kesehatannya terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan, bahkan untuk calon penumpang AKAP harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

“Biaya rapid itu tidak murah, dari Rp350 hingga Rp600 ribu, jadi masyarakat berfikir dua kali untuk melakukan perjalanan, kecuali sangat penting dan mendesak,” tutupnya. (ali/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *