oleh

Penyediaan SPAM Rp6 M di Sebelas Kecamatan Lamban

Kabarmadura.id/Sumenep-Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) disebelas kecamatan saat ini masih belum terealisasi. Program yang akan menelan anggaran Rp6 miliar tersebut masih dalam proses perencanaan pemetaan wilayah.

Kepala Bidang (Kabid) PerumahanDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep Benny Irawan mengatakan, program tersebut dibuat untuk mengantisipasi kurangnya air di beberapa wilayah termasuk untuk buat cuci tangan, cuci pakaian serta kebutuhan air lainnya. Terlebih saat ini sudah hampir musim kemarau akan berpotensi kekeringan.

“Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) nantinya akan difasilitasi oleh tim Panitia kemitraan (Pakem) yang telah memenuhi syarat maka bakal diberikan bantuan,” katanya, Rabu (8/7/2020).

Dari anggaran senilai Rp6 miliar tersebut, nantinya pada saat pengerjaan berbeda-beda. Ada yang Rp100 juta, Rp150 juta bahkan ada yang Rp300 juta di masing-masing pengerjaan.

“Penyediaan sistem air bersih berawal dari pengeboran,” ujarnya.

Dia berharap semoga nantinya menjadi salah satu solusi untuk membantu kebutuhan air, agar masyarakat tidak kerepotan didalam memenuhi kebutuhan setiap harinya. Misalnya, makan minum dan jenis lainnya.

“Masing-masing pengerjaanya akan dilakukan Penunjukan Langsung (PL),” ujarnya.

Diterangkan, pengembangan SPAM diperlukan suatu pengembangan jaringan distribusi air bersih yang lebih efektif nantinya sehingga masyarakat tidak kerepoatan ketika membutuhkan air bersih.

“Kami terus melakukan upaya untuk sistem penyediaan air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengharapkan, dengan adanya SPAM diharapkan seluruh warga di sebelas kecamatan itu bisa mendapatkan air bersih yang dibutuhkan masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, jika bantuan air minum terlaksana penting mengingat kebutuhan air bersih menjadi fokus Pemkab Sumenep dalam menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

Komentar

News Feed