Penyekatan Bergeser ke Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIHENTIKAN: Arus lalu lintas pintu masuk Jembatan Suramadu tampak normal pasca penyekatan dihentikan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN- Penyekatan di pintu masuk Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal telah dihentikan. Kegiatan penyeberangan di dua lokasi tersebut tampak normal kembali, Kamis (24/6/2021). Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, penyekatan telah digeser ke masing-masing desa. Dimana untuk pola dan tekniknya masih dalam tahap pembahasan.

Katanya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur untuk skema pengetatan PPKM Mikro sebagai ganti penyekatan di Suramadu.

Bacaan Lainnya

“Pengetatan ini caranya adalah membuat relawan setempat atau lokal. Tentunya bekerja sama dengan masyarakat, kami akan bekerja lebih keras. Jika masyarakat terlibat kami akan lebih ringan,” katanya.

Arahan dari pimpinan tersebut juga membahas mengenai surat izin keluar masuk (SIKM). Setelah tidak ada penyekatan itu, yang kini telah dialihkannya ke 8 Desa yang ada di 5 kecamatan dimana saat ini menjadi zona merah. Untuk itu, pihaknya akan memfokuskan pada wilayah tersebut terlebih dahulu.

“Tentunya kami juga akan secara internal akan kami bahas mengenai itu,” terangnya.

Tetap berlakunya SIKM meski penyekatan di Suramadu dihentikan, Ra Latif, sapaan akrabnya bUpati Bangkalan menerangkan, untuk teknis pada pemeriksaan itu berlaku di desa atau kecamatan yang menjadi zona merah. Pemeriksaan akan dilakukan pada warga yang akan keluar dari zona tersebut.

“Dan ini berlaku bagi seluruh warga Bangkalan agar memiliki SIKM. Agar bepergian lebih aman dan enak. Sehingga, pemeriksaan SIKM ini akan berlaku di masing-masing desa dan kecamatan,” jelasnya.

Hal itu, jelas Ra Latif sebagai bentuk pengetatan PPKM Mikro yang saat ini berlaku di Bangkalan. Katanya, warga bisa menunjukkan SIKM ini pada petugas yang ada di masing-masing zona merah.

Diketahui, delapan desa dan kelurahan yang menjadi prioritas penanganan Covid-19, diantaranya Kelurahan Kraton, Pejagan dan Bancaran, Kecamatan Bangkalan. Kemudian Desa Arosbaya dan Tengket Kecamatan Arosbaya. Lalu Desa Moarah, Kecamatan Klampis dan Desa Kombangan Kecamatan Geger serta Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.

Dengan penyekatan yang dihentikan ini, kata dia, menggeser semua petugas yang awalnya bertugas di akses Suramadu ke delapan desa atau kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Bangkalan yang berstatus zona merah.

“Kami ingin selesaikan masalah dari hulu, kita lakukan pengetatan di daerah zona merah, mulai dari tingkat RT atau RW,” tandasnya. (ina)

8 desa dan kelurahan prioritas penanganan Covid-19 di Bangkalan

Kecamatan Bangkalan

1- Kelurahan Kraton

2- Pejagan

3- Bancaran

Kecamatan Arosbaya

4- Desa Arosbaya

5-Tengket

Kecamatan Klampis

6- Desa Moarah

Kecamatan Geger

7- Desa Kombangan

Kecamatan Burneh

8- Kelurahan Tunjung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *