Penyekatan Pos Cek Poin Akses Suramadu Direncanakan Berakhir 19 Juni

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) DIPERIKSA: Kendaraan roda 2 yang usai dicek suhu tubuhnya oleh petugas di pos cek poin Morkepek.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pos cek poin yang berada di akses Suramadu, tepatnya lapangan kosong Morkepek, Kecamatan Labang, mulai dilonggarkan. Dari pantaun Kabar Madura, ketika malam hari, akses tersebut tidak dipergunakan. Sedangkan infromasi yang beredar, lokasi penyekatan tersebut hanya akan sampai 19 Juni mendatang.

Wakil Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra belum memberikan kejelasan pasti mengenai informasi tersebut. Pihaknya hanya menyampaikan, belum ada keputusan bersama dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Belum diputuskan, masih tetap berlangsung. Kami tempatkan 40 personel gabungan. Satu shift sekali jaga,” jelasnya, Minggu (14/6/2020).

Sementara itu, Kasat Lalu Lintas Polres Bangkalan AKP Andhika Mizaldy Lubis mengaku, mengenai tidak beroperasinya pos tersebut selama 24 jam dikarenakan kemungkinan ada pergantian shift. Dia menjelaskan, bahwa personil yang disiagakan bekerja 2 shift dengan per 12 jam

“Sedang pergantian shift mungkin, siang dan malam kadang kami berlakukan selektif pengecekannanya untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Sementara itu, kesadaran masyarakat juga masih minim. Sebab, banyak dijumpai pengemudi baik kendaraan roda dua atau tiga yang tidak memakai masker. Sedangkan, kepastian sampai kapan pos itu berlangsung. Dia belum mengetahui hal terssbut.

“Sejauh ini, hasil pemantauan yang sudah sekian lama berjalan pos Morkepek. Untuk masker masyarakat sudah memiliki tetapi lupa atau tidak di pakai mungkin karena tidak nyaman karena butuh penyesuaian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Ach. Hariyanto masih menemukan penyekatan di akses Suramadu belum dilakukan selama 24 jam. Dia juga melihat, masih adanya buka tutup untuk screening di sebelah utara SPBU Labang itu.

Pihaknya selama ini, menginginkan agar beroperasi selama 24 jam posko di akses pintu masuk Pulau Madura itu.

“Jangan seperti itu, harus semuanya, tidak cuma yang masuk atau keluar Bangkalan saja. Harus 24 jam, proteksi harus kuat dengan wilayah yang sudah masuk zona merah ini,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *