Penyelidikan Puskesmas Ambruk Disebut Melambat

  • Whatsapp
GARIS POLISI: Kepolisian Resort Sampang terus melakukan penyelidikan ambrolnya atap bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Torjun.

Berdampak Layanan Kesehatan Kurang Maksimal

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kepolisian Resor (Polres) Sampang diminta melakukan percepatan kasus ambruknya atas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Torjun yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Pasalnya, bangunan tersebut merupakan sentra layanan kesehatan tingkat kecamatan.

“Saat ini banyak warga setempat yang harus berobat ke puskesmas lain. Artinya, meskipun proses penyelidikannya terus berjalan, ada kebijakam khusus yang menindaklanjuti pembangunannya,” kata Zainuddin Tokoh Pemuda Kecamatan Torjun.

Zainuddin menilai, proses penyeledikan yang terkesan lambat, akan berdampak pada layanan kesehatan yang kurang maksimal. Pihaknya mendesak agar kasus tersebut segera diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang ada, tanpa intervensi pihak mana pun, karena Polres Sampang dinilai sangat professional dalam menangani kasus tersebut.

“Kami harap kasus ini dilakukan percepatan, sehingga proyek yang disiapkan untuk layanan kesehatan itu segera ditindaklanjuti, apakah dilanjutkan atau dilelang ulang,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang Asrul Sani mengaku, saat ini masih menunggu hasil penyelidikan Polres Sampang, salah satunya dengan mendatangkan tim ahli dari kabupaten dan provinsi untuk melihat kerugian yang terjadi akibat ambruknya atab puskesmas tersebut.

“Kami masih menunggu laporan kerugiannya, sehingga nantinya dapat ditindaklanjuti apakah diganti rugi atau bagaimana kami masih menunggu hasilnya,” singkatnya.

Sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengatakan Polres Sampang menyatakan, kasus tersebut dalam proses penyelidikan, penyidik juga masih berkirim surat kepada tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Sampang dan Jawa Timur, untuk diminta keterangannya.

Tujuh saksi sudah diperiksa dalam kasus tersbeut. Keterangan saksi ahli tersebut akan dipergunakan untuk melihat dan menilai jenis kekuatan konstruksi bangunan yang dipakai oleh pihak rekanan yang mengerjakan pusat layanan kesehatan tersebut.

“Nanti akan diketahui jenis dan ukuran kostruksi bangunan yang dipakai, termasuk pada garvalum yang digunakan,” tambahnya.

Sejauh ini pihaknya juga mengaku belum memeriksa rekanan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) selaku pengguna anggaran sebesar Rp1.7 milliar tersebut. Namun penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti utama konstruksi bangunan yang ada.

“Setelah pemanggilan saksi ahli, baru dinas dan rekanan kami panggil, sementara kami amankan garvalum dan barang bukti lainnya,” imbuhnya.

“Sementara statusnya tetap penyelidikan, belum naik ke penyidikan, yang jelas ini harus segera selesai karena berhubungan dengan layanan kesehatan,” tegasnya. (awe/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *