oleh

Penyelundupan Pupuk Bersubsidi ke Blora Belum Ada Tersangka

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus penyimpangan pendistribusian pupuk bersubsidi jenis ZA sebanyak 160 karung atau 8 ton dari Madura ke Kabupaten Blora, Jawa tengah, mendapatkan atensi dari Polres Sampang. Korps baju coklat tersebut, mengaku terus mengembangkan pemeriksaan guna mencokok pemilik pupuk tersebut.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengaku tidak lanjut atas penyimpangan penjualan pupuk bersubsidi untuk petani  Sampang yang justru dijual ke Blora adalah  kegiatan yang melanggar aturan.

“Sekarang masih didalami oleh unit II. Kami terus mencari informasi soal itu. Karena truk yang ditangkap pernah dimiliki orang Sampang. Dan kita mencari pemiliknya sekarang,” ucapnya.

Dengan dalih untuk kepentingan penyelidikan, Abdul Hafidz  enggan memberikan informasi detail tentang pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan terhadap  penyelundupan pupuk tersebut.

Sejatinya, Polres Sampang sudah melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD Sampang, Fauzan Adhima  selaku pemilik pertama truk yang digunakan mengangkut pupuk tersebut. Dari pemeriksaan tersebut, pemilik pertama mengaku jika truk tersebut sudah dijual kepada warga Sampang  lainnya pada tahun 2018 lalu.

“Kami sudah periksa sejumlah pihak. Tapi hasilnya belum kami ungkap. Yang jelas penjualan pupuk ke luar Madura menyalahi aturan,”  tekan Abdul Hafidz.

Polres Sampang sendiri, ungkap Hafidz sudah mengantongi nama-nama yang akan diperiksa yang diduga terlibat dalam aksi koboi  menjual pupuk subsidi untuk warga sampang ke kabupaten lain, Blora, Jawa Tengah.

Sebelumnya, truk dengan nomor polisi M 8041 UP ditangkap di Blora, Jawa Tengah. Truk itu ditangkap setelah diketahui mengangkut pupuk bersubsidi sebanyak delapan ton. Sehingga truk dan sopir diamankan di Mapolres Blora.

Atas aksi penjualan pupuk bersubsidi untuk warga Sampang ke  Kabupaten Blora tersebut, Bupati Sampang, Bupati Sampang H Slamet Junaidi meminta Kepolisian Resort Sampang segera melakukan penyelidikan dugaan kebocoran pupuk bersubsidi. Sebab, mobil truk yang diamankan Polres Blora diketahui berasal dari Kecamatan Tambelangan.

“Kuota pupuk bersubsidi di Sampang paling banyak dibandingkan dengan 3 Kabupaten lain di Madura. Tapi banyak petani kita yang mengaku kesulitan untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Ini ada apa? Jangan-jangan ada kebocoran dalam pendistribusiannya,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Suyono mendukung adanya penyelidikan di kepolisian. Bahkan pihaknya mengaku sudah meminta keterangan sejumlah petani dan kelompok tani. Khususnya yang terlibat dalam pendistribusian pupuk bersubsidi.

“Kami mendukung pengusutan yang dilakukan polisi. Sehingga terungkap pelaku sebenarnya. Kami sudah mengumpulkan sejumlah pihak. Untuk sementara belum diketahui dugaan pelaku penyelundupan,” imbuhnya. (man/bri)

 

 

 

Komentar

News Feed