oleh

Penyidik Serahkan Berkas, Kejaksaan Janji Proses Kasus Beras Oplosan

Kabarmadura.id/Sumenep-Hasil uji laboratorium mengenai beras oplosan sudah selesai. Bahkan, pihak penyidik telah meyerahkan berkas kelengkapan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk memproses hasil berkas yang distorkan.

Hal tersebut diungkapkan Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti. Ia mengatakan, kelengkapan berkas sudah masuk ke pihak kejaksaan. Mengenai hasilnya, masih menunggu pihak kejaksaan. Sebab, yang berhak menentukan adalah mereka.

“Berkas saat ini sudah dikirimkan ke kejaksaan, tinggal pihak kejaksaan yang memproses,” katanya, Minggu (26/7/2020).

Menurutnya, tugas penyidik sudah selesai . Mengenai keterlambatan tidak segera disetor ke kejaksaan, sebab masih menunggu tanda tangan Kapolres Sumenep yang mulai kemarin sibuk dengan beberapa kegiatan di polres.

“Ya, kemarin banyak kegiatan. Karena bukan hanya beras oplosan yang menjadi pekerjaannnya. Tetapi masih banyak kasus atau kegiatan yang lainnya,” tegasnya.

Widi menjelaskan, keinginan Polres memang mengawal beras oplosan kasus secara cepat. Namun, semuanya butuh proses seiring berjalannya waktu.

“Tanggung jawab kami kerja dari siang hingga malam sudah terwujud,” tukasnya.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Sumenep Benny mengatakan, semua berkas sudah diserahkan ke kejari . Menurutnya, kasus tersebut akan diproses pada hari Senin. Sehingga, saat ini masih belum diketahui apakah berkas sudah lengkap atau belum. Yang terpenting, setelah berkas lengkap dan memenuhi kreteria, maka akan segera ditentukan di pengadilan nantinya.

“Kalau sudah jelas memenuhi syarat yeng ditentukan maka akan ditetapkan sebagai terdakwa,” ujarnya.

Diketahui, tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 106 UU 7 2014 tentang perdagangan.

“Semuanya akan berjalan sesuai proses kami nantinya,” tukasnya.

Pihak kejari tidak separuh dalam penganan kasus, dirinya berjanji akan senantiasa memproses kasus tersebut hingga tuntas. Sebab, bergerak cepat menurutnya merupakan tugasnya sebagai kejaksaan “Kasus apapun termasuk beras oplosan akan ditangani secepatnya,” ujarnya.

Hal tersbut dilakukan, selain menjalankan tugas negara, juga, sebagai hikmah pada yang lainnya, agar tidak sembarangan dan tidak mempermainkan sesuatu yang bukan haknya, serta penipuan juga lebih sedikit kedepannya. “Masyarakat juga tidak sembarangan dalam melakukan sesuatu yang tidak diinginkan dan menjadi kerugian negara serta sesama,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan hasil fakta penyidikan, beras oplosan tersebut diperoleh dari kemasan Bulog dari Sidoarjo kemudian dilakukan pencampuran dengan beras lokal atau petani.

Setelah itu beras tersebut disemprot dengan cairan pandan untuk membuat harum, kemudian dilakukan pengisisan dan dikemas seperti ini. Maka jelas penipuan akan ada balasan yang setimpal. (imd)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed