Penyidikan Kasus DD Tanah Merah Sampang Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: Kejari Sampang for KM) DiLIMPAHKAN: Kepala Desa (Kades) Tanah Merah Kecamatan Torjun Sampang menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sidoarjo.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Dugaan penyimpangan dana desa (DD) Tanah Merah Kecamatan Torjun Sampang memasuki pelimpahan tahap II. Kasus yang menjerat kepala desa (kades) setempat, kali ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sidoarjo oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Berkas beserta tersangka diserahkan oleh penyidik secara langsung.

Hal itu dilakukan, setelah sebelumnya penyidikan berlangsung cukup lama. Bahkan, masa tahanan diperpanjang selama dua kali. Dengan demikian, penyidikan sudah selesai. Sehingga dilakukan pelimpahan tahap II untuk selanjutnya dilakukan persidangan. Hal ini diungkapkan Kasi Intel Kejari  Sampang Akhmad Wahyudi, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, proses penyidikan cukup panjang. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti membutuhkan waktu 90 hari. Sehingga masa penahanan diperpanjang dua kali. Dari waktu 90 hari, rinciannya 20 hari masa penahanan pertama, 40 hari masa penahanan kedua dan 30 hari pengajuan perpanjangan ke pengadilan. Namun akhirnya, berkas lengkap dan segera disidangkan.

“Setelah berkas lengkap lalu kami limpahkan. Unsur bukti dan saksi sudah lengkap. Sehingga kami serahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan sesuai hasil penyidikan, kasus tersebut ditemukan kerugian negara sebesar Rp322.879.481. Kerugian itu bersumber dari empat pekerjaan paket proyek. Masing-masing, proyek mandi cuci kakus (MCK), saluran irigasi, rabat beton dan pos kamling. “Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengakui jika kerugian negara akibat kesalahannya. Bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Dia menegaskan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang akan menurunkan 5 personil untuk menjalani proses di Pengadilan Tipikor Sidoarjo. Mereka akan mendampingi kasus tersebut hingga putusan. Sebelumnya, Kades Tanah Merah Suhartono diduga melakukan penyelewengan DD. Diduga kuat terjadi pengurangan volume pada pekerjaan proyek. Termasuk pekerjaan fisik belum selesai seratus persen dengan anggaran yang sudah habis.

Hasil Penyidikan Kasus DD Tanah Merah

  • Proyek mandi cuci kakus (MCK)
  • Saluran irigasi
  • Rabat beton
  • Pembangunan pos kamling
  • Total kerugian negara Rp322.879.481

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *