oleh

Penyusutan Lahan Produktif Tidak Terdeteksi

Dispertahortbun Berdalih Belum Survei Lapangan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep belum mengantongi data penyusutan lahan produktif dari tahun 2018. Alasannya, belum melakukan survei lapangan.

Kepala Dispertahortbun Sumenep Bambang Heriyanto saat ditemui Kabar Madura di kantornya, Selasa (26/3) mengatakan, meskipun belum memiliki data pasti, namun lahan produktif yang masuk ke data lahan pertanian  pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 20.860,0 2 hektare, akan dipertahankan

“Kita belum ada survei, tetapi kami tetap pertahankan lahan produktif yang masuk LP2B. Itu sudah harga mati, bahkan kami ingin merambat ke daerah kepulauan untuk meningkatkan perluasan LP2B tersebut,” ungkap Bambang.

Bambang menambahkan, daerah yang termasuk dalam lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagaimana diataur dalam Perda LP2B  Nomor 2 Tahun 2018, hanya di Kecamatan Batuan dan Kecamatan Sumenep. Selain itu, belum masuk lahan yang dimaksud dalam Perda LP2B.

Dalam perda tersebut, dijelaskan bahwa barang siapa yang membangun properti di areal LP2B, maka harus mengganti lahan yang digunakan seluas tiga kali lipat.

Soal PT Randu Putra Perkasa Nusantara yang membangun perumahan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, menurut Bambang, lokasi yang ditempati itu tidak termasuk lahan produktif sebagaimana diatur dalam Perda LP2B.

“Jadi kami sudah punya peta di Kecamatan Batuan dan Kecamatan Sumenep, artinya kami tidak sembarang melakukan  rekomendasi, mana yang masuk LP2B mana yang tidak masuk LP2B,” jelas kepala dinas berkacamata tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abd Madjid mengatakan, pembangunan properti yang dibangun PT Randu  tetap boleh dilanjutkan, karena sudah memberi ganti rugi lahan tiga kali lipat sebagaimana ditentukan dalam Perda LP2B. Akan tetapi, Madjid tidak menunjukkan data validnya.

“Datanya sudah ada di kami (terkait ganti rugi lahan produktif, red),” jelas Madjid.

Pernyataan Madjid diperkuat oleh bawahannya, Kepala Bidang Perizinan Kukuh Agus Susanto. Menurutnya, PT Randu Putra Perkasa Nusantara melaksanakan pekerjaan saluran irigasi untuk peningkatan fungsi lahan sebagai pengganti lahan sawah yang dibangun oleh perusahaan tersebut.

Adapun lokasi irigasi tersebut berada di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, dengan tolok ukur panjang saluran 71 meter.

Dalam surat perihal laporan penyelesaian kompensasi alih fungsi lahan untuk izin perubahan penggunaan tanah (IPPT) tersebut, ditandatangani oleh Direktur PT Randu Putra Perkasa Nusantara Fatih Qadlafi. (mad/rei/waw)

Komentar

News Feed