Peran APTI dalam Mengadvokasi Petani, Dorong Peningkatan Kualitas Tembakau

News19 views

KABARMADURA.ID | Madura dikenal dengan salah satu komoditas unggulannya, yaitu tembakau. Petani tembakau di Madura memiliki harapan besar saat memasuki musim kemarau. Dinamika yang dialami petani butuh perhatian dari pihak tertentu, salah satunya dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

ALI WAFA, SAMPANG

Peran APTI di Sampang sangat dibutuhkan oleh para petani tembakau. Terutama saat memasuki musim tanam tembakau seperti saat ini. Baru-baru ini, APTI menggelar acara launching tanam raya tembakau pada musim tanam 2023 bersama Bupati Sampang, Slamet Junaidi.

APTI di Sampang tergolong aktif, terutama saat APTI dipimpin oleh Haryono (40) sejak tahun 2021. Sebelumnya, APTI sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, APTI Sampang aktif mengawal realisasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

Baca Juga:  Singgung Pembakaran Truk, Legislator Pamekasan Ingatkan Satpol PP Tidak Sekadar Ngepos

Pengawalan itu dilakukan APTI, sebab di dalamnya terdapat hak para buruh tani tembakau berupa bantuan langsung tunai (BLT). Karena itu, APTI selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang meski tidak dilibatkan secara struktural dalam realisasi DBHCHT di Kota Bahari.

“Ya meski kami tidak dilibatkan, tapi kami jemput bola, kami kawal. Kasihan petani tembakau,” ucap Haryono.

Tidak hanya itu, APTI juga mendorong agar petani tembakau di Sampang terus meningkatkan kualitas tembakaunya. Salah satunya dengan memulai menggunakan bibit dari varietas berkualitas. Varietas tembakau yang berkualitas yaitu jenis Prancak 95.

Tembakau Prancak 95 tersebut merupakan  varietas asli Madura. Kualitasnya di atas varietas tembakau Jawa, seperti jenis Melati Tumpang. Dengan begitu, APTI mengajak seluruh petani tembakau di Sampang untuk mengembalikan identitas tembakau Madura yang berkualitas.

Baca Juga:  Sepanjang 2023, Satu ASN di Sampang Dipecat

Selanjutnya, tugas APTI yaitu memastikan harga tembakau berpihak kepada petani. Sebab biasanya, pabrikan tidak membedakan antara tembakau Prancak 95 dengan varietas lain. Padahal, kualitas Prancak 95 telah diakui lebih berkualitas dengan varietas jenis lain.

Target APTI ke depannya yaitu mensejahterakan petani tembakau dengan harga yang berpihak. Tahun lalu, harga tembakau di Sampang berada di kisaran harga Rp50 ribu. APTI berharap, di tahun ini harga tembakau bisa tembus hingga di harga Rp60 ribu.

“Tentu kami akan minta agar semua pihak bertemu dan berdiskusi, dengan dinas terkait dan pihak pabrikan,” tutup Haryono.

Redaktur: Moh. Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *