Peran BPWS di Madura Dinilai Kurang Berdampak

  • Whatsapp
SURAMADU: Jembatan Suramadu saat kondisi lengang. Atas dasar dibangunnya jembatan nasional inilah, BPWS juga dibentuk.

Kabarmadura.id/SURABAYA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Mathur Husyairi mulai menyoroti kinerja Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS).

Lembaga nonstruktural tersebut, dinilai sudah mulai tidak jalan.Sehingga dampak terhadap Madura jadi tidak signifikan.

Mathur memberi contoh, Kabupaten Bangkalan yang sejatinya baru keluar dari zona tertinggal, namun dapat dikatakan, belum seutuhnya sudah terbebas. Padahal, kabupaten tersebut paling dekat dengan kawasan BPWS. Ditambah lagi dengan Kabupaten Sampang yang belum beranjak dari status daerah tertinggal.

“BPWS ini kan tidak jalan, jadi selama ini dan yang tetap jadi daerah tertinggal ini Bangkalan dan Sampang, meskipun Bangkalan sudah keluar tahun ini,” ujar Mathur.

Menurut Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, sejatinya BPWS sudah mulai tidak menyisakan pekerjaan rumah soal disparitas antara Pulau Madura dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Mathur berharap, Kabupaten Bangkalan yang paling dekat dengan ibukota Provinsi Jatim, bisa setara layaknya daerah lain yang dekat,  atau setidaknya sudah mulai menyerupai. Mulai dari kualitas hidup, tingkat sumber daya manusia (SDM) dan pendidikannya.

“Ini PR (pekerjaan rumah) besar, Madura ini harus setara dengan Jawa, paling tidak, Bangkalan harus setara dengan Surabaya dari segi kualitas hidup, tingkat SDMnya, kemudian pendidikannya, apa bedanya wong hanya nyebrang kan, ini yang harus kami kejar ke depan,” ujar Mathur.

Karena ingin memperjuangkan kesejahteraan dan percepatan pembangunan Madura, Mathur hendak membuat semacam paguyuban bagi 12 legislator dari dapil Madura di DPRD Jatim.

“Tentunya kami akan buat komunitas kaukus mungkin untuk politisi yang 12 dari Madura ini, nanti akan saya inisiasi, kami bangun bersama Madura ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas BPWS Faizal Yasir Arifin justru menanggapi hal itu dengan enteng saja. Menurutnya, siapapun dipersilahkan berkomentar tentang institusinya, namun dia membantah penilaian Mathur Husayri tersebut.

“Suka-suka beliau lah mengatakan itu, yang jelas kondisi kami tidak begitu,” ungkapnya.

Bahkan, tegasnya, pengembangan Madura masih berjalan dan hasilnya sangat signifikan. Selain itu, hubungan dengan empat pemerintah kabupaten di Madura juga masih terjalin dengan baik.

Salah satu program terbaru BPWS yang diklaim bernilai pengembangan Madura, adalah berkerjasama dengan empat pemkab di Madura dalam mendongkrak perekonomian kerakyatan di sektor industri kecil menengah (IKM). Yakni memperluas wilayah pemasaran hingga antarnegara, dengan memperindah produk dan kemasan hasil IKM di Madura.

“IKM kami biayai, di-link-kan dengan Jugend Informations Zentrum München (JIZ) Jerman. Tanggal 10 Oktober ini pameran di Surabaya,” pungkasnya. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *