oleh

Peran Disnakertrans Dikebiri dalam Realisasi Kartu Prakerja

Kabarmadura.id/Pamekasan–Pendaftaran program kartu prakerja bagi para pencari kerja serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan dan/atau mengalami penurunan daya beli akibat wabah Covid-19 telah ditutup pada Kamis 16 April lalu.

Akan tetapi hingga saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan belum bisa mendata secara jelas jumlah pendaftar dan jumlah yang lolos yang tercatat sebagai warga Pamekasan.

Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Disnakertrans Pamekasan Supriyanto. Menurutnya, program baru ini merupakan program pemerintah pusat yang segala prosesnya dilakukan secara online oleh masyarakat ke server pemerintah pusat.

Sehingga setiap orang yang sudah mendaftar baik yang dinyatakan lulus maupun tidak lulus tidak ada yang mengonfirmasi pada pihaknya, lantaran orang yang mendaftar tanpa ada konfimasi ke Disnakertrans Pamekasan.

“Kami kesulitan untuk mendata, sebab dari awal kami hanya melakukan pendampingan bagi yang mau mendaftar, sedangkan dalam proses pendaftarannya tidak ada konfirmasi ke kami, datanya langsung ke pusat, bagaimana kami bisa mendata,” ucapnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengakui bahwa peran Disnakertrans dalam hal ini terbilang minim, bahkan hampir sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, hanya menyediakan layanan pendampingan bagi calon pendaftar.

Diakui, sebenarnya secara prinsip program ini merupakan domain dari Disnakertrans, karena berkaitan dengan ketenagakerjaan. Bahkan dirinya juga mengharap bahwa setiap OPD yang ditunjuk oleh pemerintah pusat juga melakukan pendampingan kepada setiap calon pendaftar.

“Sebenarnya bisa dibilang peran Disnaker disini tidak banyak, sebab kami hanya menyediakan pelayanan pendampingan bagi yang mau mendaftar, itu pun yang lain juga begitu. Karena segala sesuatunya dilakukan secara online dan yang menyediakan layanan sistemnya dari pusat, servernya juga ke pusat,” imbuhnya.

Selain itu, Supriyanto menjelaskan, bahwa pelatihan bagi yang lulus digelar oleh pemerintah pusat secara online, sehingga menurutnya hingga pelatihan selesai pihaknya tidak berkontribusi banyak dalam program tersebut.

“Nanti ini pelatihannya juga dilakukan secara online, kami hanya bertugas memberikan pendampingan bagi calon pendaftar agar tidak merasa kesulitan, hari ini kami mendampingi 10 orang di kantor,” pungkasnya. (ali/bri/waw)

 

Komentar

News Feed