Perang Melawan Corona ala Achmad Marzuki

  • Whatsapp
(FOTO:KM/ ALI WAFA) ACHMAD MARSUKI: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Memerangi Covid-19 sama seperti menangkap teroris, mau tidak mau, bisa atau tidak, penderita Covid-19 harus segera tertangkap, sebab ini bukan hanya demi penderita tapi juga demi orang-orang di sekelilingnya.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Achmad Marzuki yang saat ini menjabat plt. kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, menjadi pihak yang sering berhubungan dengan paramedis dan petugas di Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan.

Sebagai bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Marzuki juga dituntut selalu lugas dalam menangani pasien maupun keluarga pasien yang dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Pemahaman akan Covid-19 tersebut, diakui Marzuki sangat penting, karena banyak warga yang tidak tahu apa itu Coronavirus Disease atau Covid-19.

Menurut Marzuki, Covid-19 merupakan mutasi baru jenis corona. Virus tersebut sangat berbahaya  bagi manusia, karena virus ini berbeda dengan virus-virus yang lain, virus ini berkapsul dan hidup di tempat yang sejuk dan lembap.

Selain itu, virus ini bisa hiudp dan berkembang biak di tubuh manusia dengan cepat. Bisa masuk melalui selaput lendir mata, selaput lendir hidung dan selaput lendir mulut, sehingga kita diharuskan menggunakan masker.

Sehingga menurutnya, protokol pertama yang harus dilakukan yaitu cuci tangan dengan sabun, karena kita tidak tahu tangan kita sudah menyentuh apa dan benda itu seteril atau tidak, pasalnya, yang dikhawatirkan setelah kita menyentuh benda yang telah terkontaminasi dengan virus ini kita menyentuh mata atau hidung.

Dengan begitu, dia mengharuskan agar sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun, sabun sabun apa pun itu, sebab virus ini mudah mati dengan sabun.

Physical distancing merupakan salah satu cara paling efektif untuk menghindari penyebran virus, hal ini bukan tanpa sebab, karena virus ini mudah ditularkan melalui sentuhan tangan, bisa melalui batuk dan bersin, sehingga menlindungi diri dengan masker dan mencuci tangan bukan hanya melindungi diri kita sendiri akan tetapi juga melindungi orang lain.

“Kita menjaga dan melindungi diri kita dengan masker dan lain sebagainya, itu bukan hanya diri kita sendiri, tetapi juga demi orang lain yang sering bersama kita, selain agar kita tidak tertular, juga agar orang lain tidak tertular oleh kita,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih belum ada obat spesifik yang dinilai mampu mengobati penderita virus ini, sehingga cara terbaik untuk menghindari virus ini yaitu dengan melindungi diri kerumunan dan rajin menjaga kebersihan.

Dalam praktiknya, dia kesulitan dalam menagani orang yang terinfeksi Covid-19. Utamanya melakukan pelacakan ke beberapa orang yang telah kontak langsung dengan pasien.

Kesulitan tersebut, lantaran orang-orang menghindar dan menolak untuk diperiksa. Bahkan untuk membawa pasien yang terinfeksi butuh waktu untuk membujuknya agar pasien mau dibawa ke rumah sakit.

“Hal itu karena masyarakat belum mengerti bahwa yang kami lakukan bukan hanya demi dia, tapi juga demi orang-orang di sekitarnya, karena virus ini mudah menular, beda dengan penyakit lain seperti kanker, tumor dan yang lain, sehingga prinsip kami mau tidak mau penderita virus ini harus kami bawa,” pungkasnya. (bri/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *