oleh

Perbaikan Taman Wiyata Sampang Andalkan Dana CSR

Kabarmadura.id/Sampang-Keberadaan Taman Wiyata yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan / Kabupaten Sampang terlihat kumuh. Bahkan banyak fasilitas yang sudah rusak dan kurang terawat. Selasa,(11/82020).

Kepala Bidang (Kabid) Konservasi Rehabilitasi dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Imam Irawan mengakui kondisi taman Wiyata itu perlu perbaikan. Cuma pihaknya mengaku saat ini masih menunggu dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sebab, keinginan Bupati Sampang untuk perbaikan taman di bumi Bahari ini harus menggunakan dana CSR bukan dari APBD, adapun untuk APBD bisa digunakan ke pembangunan lain, semisal infastruktur.

“Untuk perbaikan Taman Wiyata itu masih menunggu dana CSR, dan untuk konsep atau menu sudah dipersiapkan sesuai intruksi bupati,” tuturnya.

Adapun konsep yang sudah dibuat terkait kebutuhan perbaikan dan penambahan fasilitas yang ada, antaranya pagar kolam yang sekarang sudah rusak, sepeda angin, air macur, arena main anak dan lainnya. Konsep itu nantinya yang akan ditawarkan, sehingga pemilik danan CSR memilih dari salah satunya.

Ditambahkan, untuk perusahaan yang akan mengkucurkan dana CSR ke perbaikan taman ini, pihaknya mengaku tidak tahu. Sebab belum ada pembahasan dan keputusan. Namun, untuk perusahaan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dan ophir itu pasti.

“Desainnya sudah kami buat, untuk disampaikan ke pemilik perusahaan. Sehingga nanti dari perusahaan itu memilih menu yang disiapkan,” imbuhnya.

Adapun untuk dana yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan ini membutuhkan sekitar Rp1 miliar, namun jika masih mau dihias dengan maskimal, artinya semua fasilitas yang ada di taman itu diperbaiki maka, diprediksi membuthkan dana lebih dari Rp1 miliar.

“Untuk perbaikan taman Wiyata itu butuh sekitar Rp1 miliar, tapi jika didesain sebagus mungin butuh lebih,” paparnya.

Mahasiswa UTM Bangkalan, Arifin yang sempat berkunjung di Taman Wiyata menuturkan, kondisi taman itu butuh perbaikan, sebab banyak fasilitas yang sudah rusak diantaranya pagar kolam, selain itu juga butuh penambahan fasilitas agar pemandangannya itu lebih bagus.

Selain itu, arifin yang kebetulan kuliah kerja nyata (KKN) di Sampang itu juga menyampaikan, sebenarnya lokasi taman sudah srategis. Hanya saja butuh pengelolaan secara maksimal.

“Kalau lokasi tamannya ini bagus, hanya saja kurang perawatan sehingga banyak fasilitas yang rusak, selain itu teman ini harus ada pengawasanya, sebab banyak pemuda-pemudi yang kunjungan. Jadi hawatir dijadikan tempat pacaran,” tukasya.(mal/mam)

Komentar

News Feed