Perbaiki Data, Kantor Pos Bangkalan Sudah 46 Persen Verval Rumah KPM

kantor pos bangkalan
(KM/HELMI YAHYA) PERBAIKAN: Proses pengambilan foto rumah KPM bansos yang sudah disalurkan Kantor Pos Bangkalan beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pengambilan foto rumah dan titik koordinat lokasi keluarga penerima manfaat (KPM) terus dilanjut. Verifikasi dan validasi (verval) data 81.451 KPM bantuan pangan nontunai (BPNT) itu sudah berjalan 46 persen atau sekitar 38 ribu KPM yang diperiksa.

Kegiatan itu dijalankan PT. Pos Indonesia selaku penyalur BPNT tahap I. Pada penyaluran di awal Maret 2022 lalu, terdapat dana yang tidak tersalurkan untuk 1.736 KPM. Setelah ditelusuri, ada beberapa penyebab, antara lain dalam satu keluarga memperoleh bansos ganda, KPM sedang merantau di luar daerah namun tetap terdata sebagai KPM BPNT.

Temuan lainnya adalah nomor induk kependudukan (NIK) milik  KPM yang tertera di undangan pencairan BPNT tidak sama dengan KTP.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor PT POS Indonesia Bangkalan Mudjibur Rahman menyampaikan, kegiatan itu langsung dilakukan ke desa. Verval itu dilakukan untuk bahan laporan kepada pemerintah pusat. Sekaligus menjadi evaluasi untuk penyaluran tahap berikutnya. Kegiatan itu dilakukan melalui kerja sama dengan aparat desa.

“Kami membutuhkan bantuan aparat desa kalau yang daerahnya terlalu pelosok. Kami upayakan segera mungkin selesai, agar datanya bisa segera diverifikasi pemerintah pusat,”  terang Mudjib.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagyo Suharta, digunakan atau tidaknya hasil survei tersebut, akan diputuskan pemerintah pusat. Namun jika mengacu pada pencairan tahap pertama, sebelum pencairan nanti akan ada rapat koordinasi terlebih dahulu antara dinas sosial se-Jawa Timur.

“Biasanya nanti setelah mendekati pencairan, akan ada sosialisasi terlebih dahulu,” ucap dia.

Wibagio berharap PT. Pos Indonesia tidak mengulangi kesalahan seperti pihak penyalur sebelumnya. Sehingga dia meminta agar koordinasi dan keterbukaan informasi tetap dijaga, agar tidak menjadi salah paham.

“Kamu harap PT. Pos Indonesia tidak tertutup, kami nanti juga akan melakukan koordinasi secara terbuka,” kata Wibagio.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.