Percepat Herd Immunity, Pemkab Pamekasan Launching Gantana dan Montana

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus mendorong terwujudnya herd  immunity atau kekebalan kelompok dengan memasifkan program vaksinasi. Kali ini, Pemkab meresmikan Pedagang Kaki Lima Tangguh Bencana (Gangtana) di lahan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan di Jalan Kesehatan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak para PKL untuk mengikuti program vaksinasi melalui program Gangtana. Dengan vaksinasi, diharapkan seluruh PKL memiliki ketahanan tubuh yang baik, sehingga dapat berjualan dengan baik. Sebelum lokasi pusat jajanan serba ada (pujasera) untuk PKL diresmikan, dia berharap agar seluruh PKL sudah divaksin.

Bacaan Lainnya

“Kalau ingin berjualan syaratnya cukup dua; ikuti prokes dan vaksin,” ucapnya.

Setelah meresmikan Gangtana, pria yang akrab dipanggil Mas Tamam itu kemudian bergeser ke kantor Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur. Di sana, dia meresmikan Komunitas Tangguh Bencana (Montana). Sejumlah komunitas, termasuk suporter Madura United mengikuti program vaksinasi. Pihaknya berharap, jika vaksinasi sudah merata, maka kegiatan olahraga dapat kembali normal.

Mas Tamam meminta masyarakat untuk tidak termakan oleh berita bohong tentang Covid-19 dan vaksin Covid-19. Sebab baginya, tidak mungkin pemerintah mengorbankan jiwa masyarakat atas pertimbangan dan kepentingan apapun. Bahkan menurutnya, daripada sibuk berdebat tentang konspirasi Covid-19, lebih baik mematuhi protokol kesehatan (protkes).

Menggunakan bahasa sederhana, dia mensyaratkan bagi seluruh PKL yang ingin berjualan cukup mengikuti prokes dan mengikuti vaksinasi. Jika protkes sudah dipatuhi dan seluruh PKL sudah divaksin, maka kegiatan car free day bisa kembali terlaksana dan PKL bisa kembali bebas berjualan.

Kepada seluruh komunitas dan para suporter Madura United, Mas Tamam menegaskan jika protkes dan vaksinasi sudah diterapkan dengan disiplin, maka pertandingan sepak bola bisa segera terlaksana. Sebab pertandingan sepak bola di Stadion Pamelingan, menurutnya cukup memberikan perubahan ekonomi bagi warga setempat.

“Warga memanfaatkan halaman rumahnya sebagai parkir suporter. Ini membuat ekonomi masyarakat meningkat. Semoga pertandingannya bisa kembali terlaksana,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pamekasan Abdul Fata mengungkapkan, sebanyak 150 orang PKL sudah divaksin melalui program Gangtana. Seluruh PKL itu berasal dari lima kelompok; PKL Car Free Day, PKL Sae Salera, PKL Sae Rassa, PKL Arek Lancor dan PKL di Eks Stasiun Kereta Api.

“Sebagaimana kata bupati, jika vaksinasi sudah merata PKL bisa berjualan lagi dengan menerapkan prokes,” terang Fata.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *