Peredaran Narkoba di Madura Tertinggi Kedua Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TERTINGGI: Kasus peredaran narkoba di Madura menjadi atensi pemerintah pusat untuk segera diberantas.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Peredaran narkotika di Madura menjadi atensi pemerintah pusat. Bahkan, Madura menjadi isu strategis nasional dalam hal kasus peredaran narkotika.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep Bambang Sutrisno, Jawa Timur sebagai daerah dengan peredaran narkoba tertinggi kedua nasional dengan pusatnya ada di Madura.

Bacaan Lainnya

“Sehingga pemerintah pusat mengatasi bagaimana kita bisa memberantas narkoba di Madura,” ucapnya saat bertamu ke bupati Pamekasan di ruang Pringgitan Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Selasa (15/6/2021).

Bahkan, pihaknya pernah menangkap pengedar narkoba seberat 4 kilogram berupa sabu-sabu yang akan dikirim ke Madura. Dua bulan yang lalu, BNN RI juga menggagalkan peredaran narkoba dari Malaysia menuju Madura seberat setengah ton lebih. Sasaran penyalahgunaan narkoba di Madura mayoritas kalangan pelajar.

Pada tahun ini, pihaknya di Sumenep merehabilitasi 19 orang anak-anak berusia 0 sampai 18 tahun berdasar kasus yang dilaporkan oleh pihak keluarga bersangkutan.  Beberapa warga asal Pamekasan juga ada yang meminta untuk direhabilitasi di Sumenep. Terdapat dua layanan bagi pemakai narkoba, yaitu rawat inap dan rawat jalan.

Anggaran untuk biaya layanan rawat jalan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui BNN. Sementara biaya rawat inap bersumber dari APBD kabupaten setempat melalui badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol). Sejauh ini, pihaknya tengah merawat jalan sebanyak 35 orang dan menjalani rawat inap sebanyak 10 orang.

“Bagi yang sudah kecanduan, yang sudah menjadi korban, sebaiknya direhabilitasi untuk menghilangkan racun di dalam otaknya,” tegas Bambang yang datang ke Pamekasan dalam rangka membuat video edukasi tentang bahaya narkoba yang melibatkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama memerangi narkoba dan ikut melakukan sosialisasi dan edukasi perihal bahaya narkoba bagi generasi. Sebab menurutnya, tingginya kasus narkoba di Madura menjadi anomali, mengingat banyak pesantren, masjid dan musala berdiri di Madura.

“Ayo kita bergandengan tangan. Perang melawan narkoba harus menjadi komitmen bersama,” tegas pria yang akrab dipanggil Mas Tamam itu. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *