oleh

Peredaran Rokok Ilegal Semakin Dominasi di Pamekasan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Peredaran rokok ilegal di Pamekasan semakin mengkhawatirkan. Bahkan, berdasarkan data hasil penindakan rokok ilegal oleh Kantor Bea Cukai Madura, Pamekasan menjadi daerah penyumbang terbesar pelanggaran peredaran rokok ilegal di Pulau Madura.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura Latif Helmi mengatakan, selama tahun 2018, tercatat ada sebanyak 5,4 juta batang rokok yang berhasil disita petugas bea cukai dari berbagai wilayah di Madura.

Dari data penindakan itu, Kabupaten Pamekasan menjadi daerah penyumbang tertinggi kasus pelanggaran peredaran rokok tanpa cukai, dengan jumlah sitaan sebanyak 4,1 juta batang rokok. Kemudian 1,3 juta batang rokok non pita cukai lainnya, disita dari ujung timur Madura, yakni Kabupaten Sumenep.

Sementara untuk tahun 2019, petugas bea cukai telah menindak sebanyak 1,7 juta batang rokok ilegal. Jumlah itu diperoleh dari hasil operasi selama dua bulan, yakni dari bulan Januari hingga Februari 2019.

“Kondisi ini menjadi tantangan kami setelah kantor bea cukai Madura berkantor di Pamekasan,” katanya, Senin (8/4).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Latif itu mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mendata jumlah perusahaan rokok yang mengedarkan rokok secara ilegal. Sebab, selama ini pihaknya belum mengetahui pasti berapa jumlah perusahaan yang memproduksi rokok di Madura. Hal itu kemudian yang menyulitkan petugas menekan perederan rokok ilegal secara masif.

Sementara, meski jelas melakukan tindakan yang melanggar hukum, perusahan-perusahaan tersebut, tetap mengedarkan rokok tanpa pita cukai itu dengan berbagai modus operandi. Di antaranya, dengan mengirimkan langsung rokok-rokok tersebut melalui jasa ekspedisi, hingga melalui biro kantor pos dengan tujuan menghindari operasi dari petugas.

“Tahun 2018 lalu kami juga beberapa kali melakukan penyegelan mesin. Tapi peredaran rokok ilegal di Madura masih saja terjadi,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edi Suprapto melalui Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar Nurul Hidayati mengakui, pihaknya mengalami kesulitan dalam mendeteksi keberadaan perusahaan tempat produksi rokok yang diedarkan secara ilegal.

Bahkan pihaknya menduga, rokok-rokok yang diedarkan secara ilegal tanpa pita cukai itu, didatangkan dari daerah di luar Pamekasan. Akibatnya, pihaknya belum bisa melakukan langkah lebih jauh untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayahnya.

Terlebih, kewenangan Disperindag Pamekasan hanya sebatas melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menjual dan memproduksi rokok secara ilegal. Sementara untuk penindakan ataupun penyitaan rokok ilegal, pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan.

“Ada kemungkinan (rokok ilegal, red) disuplai dari luar Madura,” katanya (pin/pai)

 

Komentar

News Feed