Perekonomian Masyarakat Meningkat Setelah Wabah Mereda

News70 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Laju pertumbuhan ekonomi di Pamekasan pada 2022 mengalami peningkatan dari tahun 2021 lalu. Kondisi itu terjadi lantaran  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mulai mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi sejak pandemi Covid-19 mereda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Anwar, Rabu (8/3/2023). 

Menurutnya sejak mewabahnya Covid-19 , pertumbuhan ekonomi sangat menurun, utamanya pada tahun 2020 hingga 2021. Sesuai data,  pertumbuhan ekonomi 2022 mengalami peningkatan 4,66 persen  atau kurang lebih sebesar Rp19 miliar. Angka itu, berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga. 

“Setelah pandemi, pemkab mulai melakukan pertumbuhan ekonomi melalui program-programnya. Seperti Wirausaha Baru (WUB), dan program lainnya. Itu juga berpengaruh pada berkurangnya tingkat pengangguran,” ujarnya.

Baca Juga:  Buronan Otak Penyelundupan Pupuk di Sumenep Masih Aktif sebagai PPS

Pihaknya menuturkan,  sumber pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha berasal dari kategori perdagangan, seperti mobil atau sepeda motor. Yakni, mencapai 1,38 persen. Sedangkan kategori yang lambat pertumbuhannya ada di jasa perusahaan. Secara umum struktur perekonomian di Pamekasan didominasi oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan. 

“Pertumbuhan ekonomi ini mendapat perhatian dari salah satu akademisi ekonom Pamekasan,” tuturnya. 

Sementara itu, Dosen Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Alfalah (STAIFA) Pamekasan Istianah mengatakan, meskipun laju pertumbuhan ekonomi meningkat, pemkab harus bisa mengcover semua sektor perekonomian. Sehingga peningkatan ekonomi semakin optimal. 

Baca Juga:  Pencairan BPOPP SMA di Sumenep Lambat, Kacabdindik: Kami Evaluasi!

Selain itu, pemkab harus bisa mengembangkan semua sektor dalam proses pertumbuhan ekonomi. Artinya, pemkab tidak hanya fokus pada sektor yang menjadi prioritas. Sehingga semua sektor bisa mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan. 

“Bila perlu, pemkab juga harus menjadi fasilitator terhadap semua program-program yang sudah dirancang dalam meningkatkan laju perekonomian. Jadi bukan hanya sebatas menyediakan program. Tapi ketersediaan  program harus bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” sarannya.  

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *