Peresensi Siswa Tentukan Nasib PKH

  • Whatsapp
KM/IST RIANG: Sejumlah siswa riang menimati keberhasilannya.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep menyampaikan, bantuan program keluarga hararapan (PKH) salah satu tujuannya adalah meningkatkan semangat belajar anak. Karenanya, jika kehadiran siswa kurang dari 80 persen, maka pencairan PKH bisa bermasalah.

Hal itu disampaikan Kepala dinsos melalui koordinator PKH Agus Budi Mulyono. Ia  meminta agar pendamping di tingkat kecamatan dapat bersinergi dengan pengelola pendidikan, sehingga data penyandang bantuan PKH yang menyasar kepada siswa atau komponen pendidikan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Untuk siswa yang nakal, maka akan bermaslah nanti pada pencairannya, bahkan bisa tidak cair nanti, karena slah satu tujuan PKH itu, agar anak lebih semangat dalam belajar,” katanya Senin (8/7).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, program PKH ini bercabang atau ada kaitan dengan program. Maka dengan demikian pihaknya miminta agar koordinasi dengan pengelola pendidikan sangat urgen, termasuk pemberian data dengan jumlah nominal penerima PKH pengelola pendidikan harus ada transparansi.

Selain itu, kordinasi tersebut bertujuan agar program PKH benar-benar masnyasar terhadap peserta didik yang memang pantas. Termasuk pengelola pendidikan juga harus mensosialisasikan, agar masyarakat lebih mengerti terhadap arah atau maksud bantuan tersebut.

“Tiap tiga bulan itu biasnya pendampingnya sudah memberikan laporan kepada kepala sekolah, karena data itu berkaitan dengan program lain,” imbuhnya

Sementara salah satu kepala sekolah Muhsinuddin menuturkan, sampai saat ini dirinya belum dapat laporan nominal peserta didiknya yang mendapatkan bantuan PKH. Padahal data tersebut dibutuhkan di penghimpunan data siswa di dapodik.

“Kok jumlah PKH bervariasi ya? Biasanya dari pendamping itu ada laporan kok sekarang tidak ada padahal itu dibutuhkan di pendataan,” katanya.

Kendati demikian pihaknya juga menghimbau agar seluruh elemen masyarakat khususnya yang menerima jatah PKH agar memaksimalkan penggunaannya, yaitu sebagaimana instruksi dari pendamping di masing-masing kecamatan. (km48/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *