Peresmian Wamira Mart Akan Meriahkan Penutupan MTQ ke-29 Jawa Timur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) RESMI: Wamira Mart resmi diluncurkan dan akan memeriahkan malam penutupan MTQ Jatim XXIX di Pamekasan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan meresmikan Warung Milik Rakyat (Wamira Mart). Peresmian tersebut digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pamekasan, Selasa (9/11/2021) malam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskop UMKM Pamekasan Abdul Fata menjelaskan, di tahun 2021, Wamira Mart akan berada di 9 titik dari 20 titik yang ditargetkan di Pamekasan. Satu di antaranya yaitu Wamira Mart Center di Jalan Jokotole.

Selain itu di Kecamatan Waru, Pakong, Palengaan, Proppo, Tlanakan, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan dan lima di antaranya yaitu berupa Wamira Mart mobile yang akan mendatangi setiap keramaian. Wamira Mart mobile akan bergerak menggunakan booth container.

“Wamira Mart adalah langkah nyata dari salah satu program Pemkab Pamekasan yaitu Saputangan Biru,” ucapnya.

Fata menegaskan, Wamira Mart akan memuat 70-80 persen produk lokal. Selebihnya adalah produk pabrikan. Produk lokal tersebut merupakan karya tangan-tangan kreatif masyarakat Pamekasan. Wamira Mart disebutkan sebagai salah satu media orientasi program wirausaha baru (WUB) dan peningkatan ekonomi UMKM.

Sebab, produk yang dipasarkan di Wamira Mart salah satunya adalah kerya peserta WUB. Dengan adanya Wamira Mart, diharapkan dapat membangkitkan ekonomi UMKM di Pamekasan. Fata mengungkapkan, Wamira Mart akan ikut meramaikan acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX)

“Kami akan bekerjasama dengan tim EO MTQ. Wamira Mart akan ikut meramaikan,” ujarnya.

Untuk sementara ini, pihaknya masih agak kesulitan mengisi Wamira Mart. Sebab, UMKM di Pamekasan sedang membutuhkan banyak stok produk untuk pengunjung MTQ Jatim. Bahkan, UMKM di Pamekasan sampai kehabisan stok karena tingginya pembelian oleh pengunjung MTQ.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, program Seribu Wirausaha Baru (Saputangan Biru) akan terus ditingkatkan hingga akhir periode masa jabatannya. Selama ini, Diungkapkannya, para pelaku UMKM dan peserta WUB tidak hanya difasilitasi dengan Wamira Mart. Peralatan usaha diperbantukan untuk mendukung usaha.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu menegaskan, selama dirinya menjadi bupati, toko modern tidak akan dibiarkan berdiri di Pamekasan. Sebab menurut hasil penelitian yang diketahuinya, setiap satu toko modern berdiri, maka 10 toko kelontongan milik rakyat terpaksalah harus tutup.

“Jika ada toko modern berdiri di Pamekasan saat saya jadi bupati, saya pastikan itu tanpa izin,” tegas pria yang akrab dipanggil Mas Tamam itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *