Pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep Dinilai tak Beretika


Pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep Dinilai tak Beretika
(DOK. FAUZI AS) Dewan Eksekutif (DE) DPC Demokrat saat berbincang dengan Ahmad Jazuli.

KM.ID | SUMENEP -- Pergantian Ahmad Jazuli sebagai Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Sumenep mengagetkan banyak pihak. Kendatipun alasannya demi penyegaran dan regenerasi.

Ahmad Jazuli menyampaikan bahwa cara yang digunakan tidak beretika dan sangat tidak bijak.

Politisi Dapil III itu membeberkan, tidak adanya etika dalam pergantian dirinya. Lantaran, anggota Fraksi Demokrat tidak ada yang dilibatkan. Padahal hal itu berkaitan dengan fraksi.

“Kalau misalnya ada penyegaran, oke. Tapi paling tidak, walaupun Ketua DPC Demokrat juga sebagai Wakil Pimpinan di DPRD, tapi di fraksi adalah anggota saya,” tuturnya.

Disampaikan Jazuli, sangat beretika dan sangat bijak jika ada rembuk dan disampaikan di fraksi, kalau ada penyegaran ataupun regenerasi. Tapi itu tidak dilakukan.

“Begitu bijaknya, dan begitu beretikanya kumpul-kumpul bareng di fraksi, tidak usah melibatkan pengurus harian di DPC dulu. Sampaikan kalau ingin ada penyegaran atau regenerasi. Itu kalau berbicara etika,” paparnya.

Jika demikian, Jazuli mengaku dengan sangat senang hati akan memberikan jabatan ketua fraksi kepada anggota fraksi yang lain.

Sebab menurutnya, penyegaran dan regenerasi itu juga bagus untuk kebaikan partai maupun kondisi di internal Fraksi Demokrat.

“Misal sampaikan ke saya, karena sudah menjalani dua tahun setengah sebagai ketua fraksi, ayo kita lakukan penyegaran ganti yang lain biar ada regenerasi. Tapi itu tidak dilakukan. Kalau itu disampaikan, saya pasti oke. Yang penting berembuk,” ungkapnya.

Ditegaskan Jazuli, dirinya akan sangat menerima dengan adanya pergantian Ketua Fraksi Demokrat. 

“Bahkan saya akan berterimakasih kalau ada penyegaran biar teman-teman juga bisa jadi ketua fraksi,” katanya.

Kemudian, pergantian Ketua Fraksi Demokrat juga dianggap tidak beretika dan bahkan tidak prosedural. Saat rapat pleno di DPC Demokrat berlangsung, tidak satupun anggota fraksi yang diundang.

Kemudian yang dianggap menyakitkan Jazuli, bahwa dirinya masih hidup tapi dianggap sudah tidak ada. Terbukti, di semua proses pergantian tidak pernah dilibatkan.

Sementara itu, Dewan Eksekutif (DE) DPC Demokrat Sumenep Fauzi AS menyampaikan, jika pergantian Ketua Fraksi Demokrat adalah penyegaran. Apalagi sudah mendekati tahun politik.

“Memang butuh penyegaran, karena kader-kader yang belun pernah menempati posisi strategis di alat kelengkapam dewan juga punya pengalaman sebagai ketua fraksi,” 

Dikatakan, jika rapat pleno di DPC Demokrat sudah selesai dan menghasilkan keputusan penyegaran Ketua Fraksi Demokrat dari yang semula Ahmad Jazuli diganti ke Akhmad Zainurrahman.

Dijelaskan, keputusan berdasarkan hasil rapat pleno, bukan semata-mata diambil oleh ketua DPC. Sehingga apapun keputusan partai, anggota fraksi diminta dan harus ikut tunduk dan patuh kepada keputusan partai.

Fauzi menambahkan, datangnya usulan penyegaran Ketua Fraksi Demokrat adalah dari pengurus harian, bukan dari Ketua DPC Demokrat.

“Poin penting adanya penyegaran di fraksi demokrat, dilatangbelakangi keinginan adanya regenerasi, dan itu hal yang biasa. Dinamika di partai hal yang biasa,” katanya.

Diakuinya, Ahmad Jazuli memang sempat komplain, karena merasa tidak dilibatkan dalam rapat-rapat pergantiannya, dan tidak diberitahu tapi tiba-tiba diganti. Tapi dirinya sebagai DE, sudah memanggil banyak pihak untuk menjelaskan.

“Intinya, tidak ada tendensi apapun terhadap pergantian ketua fraksi. Itu semata-mata penyegaran dan regenerasi,” tukasnya.

Reporter: KM7

Redaktur: Fathor Rahman