Perhatian Disperindag Sumenep Terhadap IKM Setengah Hati

  • Whatsapp
(FOTO: : KM/RAZIN) IKM: Diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Perhatian pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap keberadaan industri kecil dan menengah (IKM) masih minim. Pasalnya, saat ini nasib para pelaku IKM terkatung-katung lantaran adanya perampingan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bidang (Kabid) Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Eka Hariyadi mengakui,  jika tahun ini nihil perhatian terhadap industri kecil dan menengah (IKM). Hal itu disebabkan perampingan OPD.  Sehingga  untuk menata program pengembangan IKM saat ini dibekukan terlebih dahulu sampai nanti ada kepastian.

Bacaan Lainnya

“Kami kan rencananya disatukan dengan diskop, tapi kan saat ini masih belum bisa, sebab bupati terpilih masih belum ditetapkan dan dilantik, makanya untuk IKM masih tidak ada rencana apapun,” katanya, Senin (4/1/2021).

Tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, untuk meningkatkan mutu produk dan nilai penjualan IKM, pihaknya menyediakan anggaran pengurusan merek dan labelisasi halal. Agus, sapaannya menambahkan, biasanya anggaran yang dikucurkan untuk pembuatan labelisasi produk yang dianggarkan Rp3.100.000 untuk produk non daging, sementara untuk produk daging ada tambahan yaitu sebesar Rp3.400.000.

Ditambahkannya, meskipun akan menggelar pelatihan pembinaan, maka yang menjadi peserta tidak lantas yang terdata di IKM binaannya. Karena pemerintah hanya memberikan fasilitas bagi yang IKM yang memiliki inisiatif sendiri.

“Karena sampai saat ini masih banyak IKM yang hanya ada namanya saja, dan bagi kami hal itu tidak menjadi persoalan, karena itu tadi, kami tidak akan memaksa agar mengikuti keinginan kami,” imbuhnya.

Anggota Komisi Il DPRD Sumenep Juhari menyampaikan, mestinya sebagai upaya alternatif untuk peningkatan unit usaha, apalagi di masa Covid-19 seharusnya pemerintah daerah lebih kreatif dalam membuat program unggulan.

“Intinya koordinasikan misalnya dengan Disperindag Jatim, bahkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM sekalian, sehingga nanti upaya untuk memberikan perhatian terhadap IKM lebih besar,” paparnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *