oleh

Perhatikan Nasib Nelayan, Dinas Perikanan Sumenep Ajukan Bantuan ke Pemprov Jatim

Kabarmadura.id/Sumenep-Nelayan merupakan salah satu profesi yang terdampak wabah Covid-19. Penghasilan nelayan akhir-akhir ini menurun karena penjualan semakin berkurang akibat tutupnya beberapa perusahaan yang tutup.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arif Rusdi. Kondisi alam Kota Keris ini didominasi dengan pulau-pulau, sehingga dari 126 pulau melahirkan sekitar 41 ribu nelayan yang aktif bekerja atau melaut setiap hari. Artinya jika sehari saja tidak melaut maka otomatis  penghasilannya tekor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dampaknya sangat terasa bagi nelayan, terutama di kepulauan saja nelayan kita kurang lebih 23 ribu. Dan sekarang dengan adanya wabah Covid-19 ini penghasilan mereka mengurang,” katanya, Senin (20/4).

Hal itu terlihat pada pendapatan hasil perbulannya, dari pagu normalnya sekitar Rp2.500.000 sampai  Rp2.700.000, akibat Covid-19, kini penurunan tersebut sangat drastis menjadi Rp1 juta perbulan atau 40 ribu perhari.

“Dan itu masih cukup untuk keluarga tapi akibat Covid-19 menurun menjadi satu juta. Maka sudah tidak mencukupi kebutuhan keluarganya, bahkan akibatnya ada yang mogok bekerja sehingga mereka (nelayan) itu tidak mempunyai penghasilan sehari-hari,” imbuhnya.

Menyiasati persoalan tersebut, ia melakukan terobosan dengan mengajukan permohonan bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kepada 32 ribu nelayan selama wabah Covid-19.

Upaya tersebut mendapatkan respon positif dari Pemprov melalui Dinas Perikanan Jawa Timur. Selama tiga bulan, nelayan akan mendapatkan bantuan uang atau sembako. Upaya lain adalah pihaknya juga membantu memasarkan hasil tangkapan nelayan secara online, sehingga nelayan tetap bisa mendapatkan pemasukan yang layak.

“Nelayan yang tidak kebagian akan diupayakan mendapatkan bantuan dari APBD Sumenep. Untuk teknis bantuannya masih dirapatkan oleh pemrov, tinggal kami menunggu hasilnya,” paparnya.

Kendati seperti itu, pihaknya tetap mengimbau agar masa wabah Covid-19 ini untuk tetap mengikuti anjuran untuk menghindari kerumunan, menjaga jarak, memakai masker, dan perlunya mengatur lagi waktu penangkapan karena nelayan harus mengkondisikan dengan kebutuhan perusahaan atau pabrik ikan. Artinya jangan sampai melampaui permintaan pasar, agar  harganya tidak anjlok. (ara/pai)

Komentar

News Feed