Peringatan Maulid Nabi Kecamatan Gapura Beraroma Pilkada agar Kondusif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBAIDI IKHSAN) NGAMBRI SYAFAAT: Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Gapura Sumenep berlangsung penuh hikmah.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi agenda rutin. Utamanya, di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Segenap masyarakat dan pejabat memiliki cara tersendiri guna memeriahkan kelahiran Sang Rasul Pemimpin umat itu.

Camat Gapura Abdul Kahir mengatakan, Bulan Rabiul Awal dikenal dengan bulan Maulid atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sehingga, pihak kecamatan mengadakan perayaan maulid Nabi.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat Gapura rata-rata berbasis pesantren. Sehingga, kami terus dorong untuk melakukan kegiatan keagamaan ini,” kata Abdul Kahir, Senin (16/11/2020).

Sebentar lagi Pilkada Sumenep bakal berlangsung. Sehingga, dirinya mengintegrasikan peringatan Maulid Nabi dan doa bersama untuk kekondusivan Pilkada Sumenep; semoga calon pemimpin setidaknya meniru jejak rasulullah.

“Harapannya, yang terpilih menjadi bupati yang rahmatan lil’alamin. Semoga juga nantinya di pilkada menjaga kondusif; aman seperti yang dicontohkan Rasulullah,” paparnya.

Selain Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Gapura, acara tersebut juga dihadiri para kiai dan ulama di Kecamatan Gapura. “Acaranya dikemas dengan pengajian umum. Penceramahnya adalah H. Subaidi Jazuli. Beliau Ketua MUI Kabupaten Sumenep,” ujar dia.

Di acara tersebut, para ulama dan umara beserta masyarakat bersama-sama mendoakan suksesnya Pilkada Sumenep 2020. Dalam pilkada tersebut, diharapkan seluruh elemen berpartisipasi aktif.

“Semoga tidak golput,” tukasnya.

Diketahui, peringatan tersebut bagi umat muslim adalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagaamaan.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad juga menjadi penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman.

Selain itu, hikmah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dapat dihidupkan oleh umat Islam dengan semangat juang. Yakni, dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi. (imd/nam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *