oleh

Peringati Hari Kesehatan, RSUD Moh. Anwar Sumenep Serukan Deteksi Dini Kanker Serviks

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dalam rangka memperingati hari kesehatan se-dunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep menggelar promosi kesehatan yang bertempat di areal Taman Adipura, Minggu (14/4). Kegiatan ini dikemas dengan senam bersama, konsultasi kesehatan, dan pemeriksaan gratis.

Tema yang diambil adalah “deteksi dini kanker serviks.” Meskipun pelaksanaannya telat, karena hari kesehatan dunia tepat pada tanggal 7 April, Plt Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Erliyati mengungkapkan hal ini masih bisa ditolerir, terlebih karena pada bulan April ini juga ada hari Kartini pada tanggal 21 April, yang merupakan tokoh perempuan Indonesia.

“Temanya kali ini cocok, bulan April bulan Kartini kan! Jadi diambillah tema kewanitaan, pencegahan kanker pada wanita,” ungkapnya.

KM/IST-Inovatif: Tampak para peserta saat melakukan senam bersama dengan para dokter.

Erliyati menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias dalam mengikuti program tersebut, terbukti dengan banyaknya pengunjung melakukan konsultasi kesehatan, konsultasi kandungan, dan pemeriksaan. Sejauh sampai saat ini, menurut Erliyati, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, utamanya terhadap kanker serviks masih kurang.

Dokter Rahmi Utami sebagai profesional pamateri pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya banyak mensosialisasikan masalah kanker serviks atau kanker leher rahim.

“Yang kita bicarakan sekarang adalah diteksi dini pada kankenr serviks, atau kanker leher rahim,” ungkapnya, Minggu (14/4).

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh dokter Erli, dokter Rahmi juga mengatakan bahwa kesadaran masayarakat terhadap bahaya kanker serviks masih kurang, hal itu terbukti ketika mereka memeriksa penyakit tersebut ketika sudah stadium lanjut, stadium tiga ke atas.

Padahal, menurut Rahmi, apabila pasien secara rutin sejak awal konsultasi dan memeriksa keadaannya apabila terdekti sejak awal, pencegahannya bisa sampai 100 persen. Berbeda ketika sudah tahap lanjut, ketika sudah stadium lanjut, selain biayanya mahal, pengobatannya juga lebih sulit karena harus melakukan kemoterapi, radiasi, dan semacamnya. (mad/rei)

Komentar

News Feed