oleh

Peringati PHTN, Matapeta UTM: Kembalikan Hijaunya Bumi Pertiwi

Kabarmadura.id/Bangkalan-Peringatan hari tani nasional (PHTN) merupakan bentuk kegiatan untuk memperingati serta mengenang sejarah perjuangan para petani Indonesia. Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tetang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA 1960) menjadi pengingat PHTN setiap tanggal 24 September.

Dalam rangka PHTN 2020, seluruh anggota Komunitas Mahasiswa Pecinta dan Peduli Tanaman (MATAPETA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), melakukan penanaman pohon serentak.

Kegiatan yang dilakukan secara virtual di masing-masing rumah anggota Matapeta UTM itu, dilakukan sebagai wujud kecintaan terhadap tanaman dan kepedulian terhadap lingkungan.

Meskipun pelaksanaannya dilakukan secara virtual, kegiatan itu diharapkan mampu membantu mengembalikan hijaunya bumi yang pada akhir-akhir ini terancam akibat eksploitasi hutan secara liar dan besar-besaran.

Dengan mengusung tema “Kembalikan Hijaunya Bumi Pertiwi”, seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut menanam berbagai jenis tanaman, baik dari sayuran, tanaman obat serta tanaman buah.

Sementara untuk kegiatan simbolis dilakukan di lahan riset dan produksi Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UTM yang dihadiri oleh koordinator program studi (koorprodi), dosen, pembina Matapeta, dan perwakilan anggota dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Koordinator Program Studi Agroekoteknologi UTM Dr. Ir. Gita Pawana, M.Si mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam kegiatan tersebut. pihaknya menyambut positif kegiatan yang mencerminkan kecintaan mahasiswa terhadap lingkungan.

Sebagai institusi yang menaungi Matapeta, pihaknya merasa bangga terhadap aktivitas anggota Matapeta yang peduli dengan keberadaan populasi vegetasi yang ada di tanah air.

“Saat ini perhatian semua orang tertuju pada Covid 19, ternyata masih ada komunitas mahasiwa yang tidak lupa melakukan aktifitas lain yang sama pentingnya yaitu penanaman ini”, tuturnya, Kamis (24/9/2020).

Sementara itu, Pembina Matapeta Ahmad Syaiful Umam, S,Agr mengungkapkan kebanggaan yang sama terhadap kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Meski konsep kegiatan berbeda dengan tahun sebelumnya akibat Covid-19, namun hal itu tidak mengurangi wujud kecintaan terhadap lingkungan.

“PHTN kali ini konsepnya berbeda dari tahun sebelumnya, saya ikut bangga karena teman-teman mahasiswa masih produktif di tengah wabah Covid-19”, ujarnya.

Ketua Umum Matapeta UTM 2020 Muhammad Baihaqi Khalim, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota atas partisipasi yang telah diberikan dalam rangka PHTN ini.

Menurutnya, reforma agraria yang menjadi nawa cita pemerintah pusat ternyata masih jauh dari harapan. Konflik agraria masih saja dipertontonkan dimuka publik. Keberhasilan negara lain tidak pernah jadi bahan evaluasi dalam mensukseskan nawa cita tersebut.

Petani tertindas oleh kebijakan yang sering memberatkan petani kita. Kasus eksploitasi hutan menjadi salah satu contoh bagaimana pemangku kebijakan belum berpihak betul pada masyarakat karena kepentingan bisnis semata.

Peremajaan tidak dilakukan karena tanaman yang dulu tumbuh subur nan hijau sudah menjadi tumpukan gedung megah. Dirinya berharap, seluruh mahasiswa tidak hanya sekedar menanam pohon. Lebih dari itu, kecintaan dan kepedulian terhadap tanaman juga harus ditingkatkan.

“Terimakasih kepada seluruh anggota Matapeta atas partisipasinya, harapannya tidak sekedar menanam saja, tetapi juga dapat mencintai dan peduli terhadap tanamannya seperti nama komunitas kita saat ini”, kata Baihaqi. (*/pin)

Komentar

News Feed