oleh

Perizinan Online Justru Tumbuhkan Banyak Toko Modern Tidak Berizin

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Semenjak diberlakukannya perizinan melalui online, wilayah Bangkalan mengalami kenaikan jumlah pemohon izin mendirikan dan pengembangan usaha. Dengan mudahnya mengajukan izin usaha, toko modern kian menjamur.

Namun banyak dari mereka yang mengajukan izin setelah usahanya beroperasi, sehingga banyak tempat usaha yang sudah beroperasi sebelum memiliki izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ismet Effendi mengatakan, ada kenaikan hingga 20 persen semenjak diberlakukannya perizinan usaha melalui online. Kenaikan itu termasuk perizinan untuk pengembangan usaha.

Berdasarkan keterangan Kepala Bagian (Kabag) Informasi dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Bangkalan Moh. Hasbullah, banyak toko modern di Bangkalan yang kian marak tanpa surat izin.

Menjamurnya toko modern seperti swalayan, minimarket maupun toko modern lainnya, banyak yang tidak memiliki izin resmi dari dinas. Dari ratusan toko modern yang ada di Bangkalan, hanya ada sekitar 50-60 toko modern yang resmi sudah memiliki izin. Sisanya toko modern yang ada di Bangkalan belum memiliki izin.

“Banyak, banyak toko modern tanpa dilengkapi dengan izin,” katanya saat ditemui di kantor DPMTPSP, Kamis (14/6).

Mohhas menyebut, toko modern yang tidak memiliki izin tersebut yakni minimarket milik perorangan. Sedangkan toko modern yang didirikan oleh investor luar Madura, Mohhas memastikan sudah mengantongi izin. Menurutnya, investor dari luar lebih patuh dalam mengajukan perizinan dibandingkan pengusaha perorangan.

“Kalau seperti Alfamart, Indomart itu saya pastikan mereka sudah memiliki izin usaha. Yang milik perorangan dan minimarket-minimarket lainnya itu yang belum memiliki izin,” paparnya.

Sebenarnya, DPMPTSP Bangkalan sudah menindak toko modern yang tidak berizin itu. Namun saat pemilik usaha itu didatangi, kata Mohhas, dia justru ditantang carok. Akhirnya Mohhas mengurungkan niatnya untuk memberikan teguran.

“Ya bagaimana lagi, di sini seperti itu, kita dikiranya malah mau menutup. Kita dibawakan celurit,” tuturnya.

Meski pernah diancam, pihaknya tetap memberikan pemahaman dengan pendampingan secara pelan-pelan. Selain belum mengantongi izin, keberadaan toko modern satu sama lain belum terukur dengan baik. Dari sisi lokasi, banyak yang tidak sesuai ketentuan. Sejauh ini, pihak DPMPSTP Bangkalan belum memiliki kekuatan untuk melakukan penertiban.

“Perda nomor 5 pasal 27 memang ada yang menyebutkan jarak harus minimal 3 kilometer. Namun dalam perda tersebut masih ada celah atau kelemahan bagi investor untuk membangun jarak toko yang dekat dengan jarak toko lainnya,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed