oleh

Perjalanan Hidup H Subaidi, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan

Dari Sopir Taksi, Truk, Hingga Anggota DPRD

MOH SAED, BANGKALAN

H Subaidi dilahirkan di Bangkalan,  16 Juli 1974. Pendidikan dasarnya ditempuh di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Burneh pada tahun 1980. Untuk selanjutnya, pendidikan menengah pertamanya diselesaikan di pesantren. Pada tahun 1989, ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah negeri (MAN) Bangkalan. Selepasnya dari madrasah aliyah, ia kuliah ke salah satu universitas namun apalah daya biaya tidak mampu sehingga putus di tengah jalan.

Perjalanan hidup selanjutnya dilanjutkan dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mengadu nasib dan mengubah haluan hidup. Keinginan tersebut tidak jauh hanya ingin membahagian kedua orangtuanya. Sayangnya, di Saudi Arabiya ia hanya 6 bulan karena ada masalah bersama majikan pada akhirnya dirinya dipulangkan ke Indonesia. Lantaran malu kepada kedua orang tua, H Subaidi memilih tinggal di Jakarta menjadi supir di Jakarta selama 3 tahun untuk mengganti ongkos saat berangkat ke Saudi Arabia spada tahun sebelumnya.

Pada tahun 1994, waktu itu tidak ada telepon untuk memberikan kabar kepada keluarga. Saat berada di Jakarta selama 6 tahun tidak memberikan kabar kepada keluarganya di Madura. H Subaidi sempat dianggap hilang namun kenyataannya waktu itu dirinya menjadi supir taksi di Jakarta. Segala bidang di kerjakan siang malam bekerja namun pada suatu ketika dirinya menemukan penumpang tetangganya sendiri dan akhirnya H Subaidi memberikan salam kepada keluarga dan menceritakan sebenarnya kalau dirinya dipulangkan dari Saudi Arabia karena ada konflik dengan majikannya di sana akhirnya jadi supir di Jakarta pada tahun 1991.

H Subaidi pulang ke tanah Madura lantaran kangen kepada sang ibu. Akhirnya dirinya aktif di Madura sebagai supir truk pengangkut batu krikil di Burneh. Setiap hari, ia menekuni pekerjaan tersebut hanya untuk membahagiakan orangtuanya. Selama menjadi supir trurk masih ada saja yang namanya ujian yang menimpanya terkadang gajinya sering telat hingga rokok pun kadang ngutang ke tetangganya.

Pada tahun 2005 perlahan namun pasti hidupnya sudah mulai berupah. Ia mencoba untuk mendaftarkan sebaga tenaga harian lepas (THL) di kecamatan Burneh dan aktif selama 11 tahun sebagai THL di kecamatan Burneh. Dirinya sampai dipanggil oleh almarhum KH Fuad Amin Imron ditugaskan untuk menjadi ajudan Ra Makmun Ibnu Fuad dari tahun 2013 sampai tahun 2018, dirinya menjadi ajudannya. Sejak tahun 2019 dirinya mencoba mencalonkan diri sebagai legislatif yang juga dipercayai sebagai sekertaris partai Hanura.

Mujurlah,nasib sedang berpihak kepadanya. H Subaidi akhirnya terpilih sebagai anggota legislatif dari partai Hanura. H Subaidi menjadi anggota Komisi D DPRD Bangkalan. Ia berharap, di Komisi D ini ia dapat berkontribusi untuk memperbaiki pendidikan dan kesehatan masyarakat Bangkalan, agar nantinya lebih baik lagi. (Km50/pai)

Komentar

News Feed