oleh

Perjalanan Karir Bambang Prayogi, Sosok yang Konsisten Mengabdi di Bumi Gerbang Salam

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Perjalan karir Kepala Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Pamekasan Bambang Prayogi, bisa dibilang penuh dengan tantangan. Namun, di balik itu, ia tetap menjalankan tugasnya dengan amanah dan tanggung jawab.

KHOYRUL UMAM SYARIF, Pamekasan

Pria kelahiran Situbondo, 24 desember 1962 itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 1990, dan bertugas di Dinas Pertanian  Pamekasan sampai tahun 2006. Setelah itu, dari tahun 2006-2008 ia menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pamekasan.

Pada tahun 2008-2010 ia menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan, tahun 2011-2012 sebagai Staf Ahli Bupati Pamekasan, tahun 2012-2014 sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pamekasan, tahun 2014-2015 sebagai Sekwan DPRD Pamekasan, 2015-2021 Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan, dan saat ini sebagai kepala DKP Pamekasan.

“Yang penting bisa membaca peluang, dan terus mencoba, artinya kalau berputus asa agak sulit juga untuk bisa mendapatkan peluang yang baik, paparnya. Kamis (8/4/2021).

Pria yang beralamatkan di Jalan Mandilaras 61 Pamekasan itu, mengaku untuk bisa menjaga konsistensinya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, dengan cara memberikan yang terbaik, bersyukur, dan berdoa.

“Prinsipnya bekerja dengan sebaik mungkin, karena di hati akan merasa terpuaskan, kerja tanpa pamrih, kemudian menjaga hubungan kekeluargaan, kalau sebelumnya saya menjadi staf, ya hubungan antarstaf harus dijaga, kalau jadi pimpinan harus bisa mengayomi dengan penuh kekeluargaan,” paparnya.

Suami dari Sri Wulandari menjelaskan tentang bagaimana menjaga keluarganya agar harmonis di tengah kesibukannya mengurus pekerjaannya, yakni dengan menjaga komunikasi dan mampu mengatur waktu.

“Saya rasa semuanya bisa diatur, apalagi sekarang menjalin komunikasi sangat mudah, kalau jaman dulu agak susah, kebetulan istri saya juga orang karir, artinya kalau jam kantor di optimalkan di kantor, kalau jam istirahat dioptimalkan istirahatnya dengan keluarga dan lainnya. Artinya kita harus menjaga harmonisasi,” urainya.

Menurutnya, masa depan itu harus dipersiapkan maksimal, apalagi sebagai seorang pemuda, harus mempunyai keterampilan khusus agar masa depannya cemerlang.

“Kita ini tidak cukup menggali ilmu di sekolah atau di kampus saja, tetapi paling tidak kita mulai mengasah diri  dengan mempunyai keahlian tertentu, karena itu yang akan menjadi bekal kita setelah kita keluar dari masa belajar. Selain itu, juga mesti pandai mengasah kemampuan komunikasi.” pungkasnya. (maf)

 

 

 

Komentar

News Feed