Perjalanan Karir Fachrudin W Aryanto Meniti Karir di Sepak Bola: Pembuktian Kapten Madura United

(FOTO: KM/HENDRA WCP) TETAP SEMANGAT: Kapten Madura United Fachrudin W Aryanto tidak putus asa walaupun awal meniti karir tanpa dukungan orang tua.

KABARMADURA.ID | Pilihan itu tidak selamanya mendapat banyak dukungan hingga bisa sukses, terutama dari keluarga. Kisah tersebut seperti yang dialami Kapten Madura United Fachrudin W Aryanto. Dia harus berjuang sendiri, bahkan tidak mudah mencapai kesuksesan menjadi pemain bola  profesional. Butuh semangat tinggi, totalitas dalam mengejar mimpi.

SYAHID MUJTAHIDY, BALI

Tidak terlahir dari keluarga pesepakbola menjadi tantangan tersendiri bagi Fachrudin dalam meniti karir. Bahkan, tidak ada dukungan dari kedua orang tuanya menjadi tantangan tersendiri baginya.

Bacaan Lainnya

Namun dengan tekad yang kuat, Fachrudin bisa membuktikan, pilihan hidupnya itu tidak salah. Serta, dia bisa mengais rezeki dengan bermain bola. Hal itu yang membuat kedua orang tuanya mulai mendukung.

“Orang tua otomatis tidak mendukung tidak 100 persen, jadi kami sendiri yang menentukan. Ya mungkin, memang jalan rezeki saya ya, karena di sepak bola ini, saya tekuni terus, akhirnya orang tua terutama ibu bisa support saya, bisa jalan sampai sekarang,” curhatnya kepada Kabar Madura, Kamis (17/2/2022).

Meskipun sudah terbilang sukses menjadi Kapten Madura United, serta berlabel Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Fachrudin mengawalinya dengan sulit. Dia butuh waktu yang sangat panjang untuk bermain sebagai pesepakbola profesional.

Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD), Fachrudin mulai masuk sekolah sepak bola (SSB). Sejak itu, olah bolanya mulai terasah dengan baik hingga bisa ikut dua kali Piala Soeratin dengan dua tim yang berbeda, yakni Persiba Bantul dan Persiwo Wonogiri.

Lalu, Fachrudin bisa masuk PSS Sleman U23 sebelum bergabung dengan tim seniornya. Di tim tersebut, musim pertama bek tangguh tersebut menyandang status pesepakbola profesional.

Karirnya kian melejit. Dia bermain dengan sejumlah tim hebat seperti Persepam Madura United, Sriwijaya FC, sebelum kembali ke Pulau Garam untuk membela Madura United. Selama berkostum tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab ini, dia sempat dipinjamkan sekali ke Persija Jakarta selama setengah musim.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.