oleh

Perjalanan Unik Munaji Menuju Legislatif, Tiga Kali Terpilih dari Partai Berbeda

Munaji, caleg DPRD Pamekasan dengan perolehan suara terbanyak se-kabupaten.

Kabarmadura.id-Komunikasi yang baik, akan melahirkan efek yang positif terhadap impia. Kalimat itu sepertinyamendiskripsikan perjuangan Munaji, peraih suara terbanyak di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 untuk tingkat Dewan Perwakilan Rakayat (DPRD) Pamekasan, dengan prolehan 17.870 suara.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Selain memperoleh suara terbanyak, pria yang satu ini memiliki keunikan, atau mungkin keunggulan. Sebab, dalam tiga kali periode pemilu di era reformasi ini, berangkat dari tiga partai yang berbeda dan selalu lolos menjadi anggota DPRD Pamekasan.

Munaji pertama kalo menjadi anggota DPRD Pamekasan berangkat dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Partai bernomor urut 29 di Pemilu 2009 itu, mengantarkannya menjadi legislator dengan perolehan 3.500 suara.

Kemudian pada Pileg 2014, dia brangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan prolehan suara 5.761 suara. Perolehan suara tersebut juga mengantarkannya menjadi anggota legislatif dan duduk di Komisi I DPRD Pamekasan.

Pada Pemilu 2019 ini, dia juga berpindah partai lagi. Berangkat dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari Daerah Pemilihan Pamekasan II (Batumarmar, Waru dan Pasean). Di pemilu kali ini, pria asal Desa Bujur Tengah Kecamatan Batumarmar ini memperoleh 17.870 suara dan diprediksi terpilih lagi menjadi wakil rakyat.

Perjalanan Munaji menuju DPRD Pamekasan patut diapresiasi, karena sosok ketokohannya, dia bisa bertahan sampai tiga periode, meskipun berangkat dari partai yang berbeda, hal itu tidak jauh dari proses komunikasi dan silaurrahim yang intens terhadap konstituennya.

Pria yang lahir pada Pamekasan 1 Januari 1978 mengawali pendidikanya di Madrasah Ibtidayah (MI) Darul Ulum II Bujur Tengah, begitu pula saat madrasah tsanawiyahnya. Di jenjang madrasah aliyah, dia melanjutkan ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, sampai lulus pada tahun 2003, setelah melaksanakan pengabdian masyarakat selama setahun.

Setelah mengenyam pendidkan di pondok pesantren, dia melanjutkan proses studinya ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) pada tahun 2004 yang saat ini di kenal dengan IAIN Madura. Namun kuliahnya terputus karena orang tuanya wafat ketika dia menginjak semester 3 akhirnya dia memutuskan untuk  untuk ambil cuti yang berujung berhenti kuliah.

Semangat yang tidak pernah pupus sudah melekat pada dirinya, hingga satu tahun kemudian, dia kembali kuliah namun di kampus yang berbeda, yakni Universitas Islam Madura (UIM) di tahun 2005.

Setelah ditinggal tuanya, dia harus menanggung beban biaya semua kehidupan  keluarganya, termasuk untuk adik-adiknya. Akhinrnya, ketika kuliah di UIM, dia jalani sembari kerja yaitu sebagai kuli pengantar pupuk. Tujuannya agar bisa meringankan biaya kuliahnya.

“Waktu di STAIN, saya kekurangan biaya, setelah pindah ke UIM, saya sambil kerja serabutan, mengirim pupuk, atau orang nyuruh apa gitu,” tuturnya sambil tersenyum, Selasa (14/5).

Barulah di semester 8, dia mempunyai inisiatif untuk mengabdi ke masyarakat melalui keikutsertaannya sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam Pileg 2009. Melalui kendaraan PBR, dia berhasil duduk di DPRD Pamekasan selama 5 tahun.

Setelah terpilih lagi dalam Pileg 2014 melalui PKB, Munaji harus mengalami pergantian antar waktu (PAW), karena pada Pemilu 2019, berangkat dari partai yang berbeda, yakni Partai Gerindra. Beruntung, dia dipastikan terpilih kembali menjadi anggota DPRD periode 2019-2024 dengan suara terbanyak se-Pamekasan.

Kunci suksesnya, kata Munaji, harus konsisten mengabdi ke masyarakat dengan melakukan beberapa aktivitas yang tidak berjarak dengan masyarakat. Untuk memikat hati rakyat, dia rajin berkomunikasi, kemudian silaturrahim langsung  dan menyampaikan tugas yang sebenarnya kepada masyarakat.

Dia bercerita, saat harus menemui masyarakat di suatu desa di dapil III dengan cara menyeberang sungai.  Waktu sekitar pukul 24.00 malam, aliran sungainya sangat tinggi, sehingga dia harus mengambil sandalnya jepitnya untuk kemudian menerobos aliran air, sehingga badannya basah kuyup.

Rahasianya terus bertahan menjadi wakil rakyat, kata Munaji, karena pada awal mencalonkan diri sebagai anggota dewan, kondisi desanya di Desa Bujur Tengah dan desa sekitarnya seperti Desa Bujur Barat dan Desa Bujur Timur, sangat tertinggal dari sisi pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Kini kondisinya sudah berubah menjadi lebih baik. Banyak pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan di wilayah tersebut.

“Semoga saya tetap amanah terhadap tugas yang dibebankan oleh masyarakat dan bisa memperjuangkan hak-hak rakyat serta diberi kesehatan untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (waw) 

Komentar

News Feed