oleh

Perjalanan Yasserly Amriana Rintis Usaha Bakdabak

KABARMADURA.ID – Yasserly Amriana merupakan sosok pengusaha  yang lemah-lembut, rajin, dan pekerja keras.  Wanita berparas cantik itu sukses memulai usahanya, di usia yang sangat muda. Ibu dari Syakirah itu merasakan hasil usahanya mulai  tahun 2019, dan mampu mempekerjakan 10 karyawan.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Wanita Kelahiran Sumenep 25 April 1989 ini memiliki usaha bernama “Bakdabak Bunda Syakirah”, yakni jajanan tradisional khas Desa Prenduan. Penghasilan yang diraupnya sekitar  Rp12 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Modal awal yang dimiliki  Rp200 ribu. Dana tersebut hasil pinjaman dari mertuanya. Modal saat ini sudah berjalan dalam tiap bulannya Rp21-Rp23 juta per bulan. “Kesuksesan itu relatif karena dalam perjalanan hidup ini butuh proses panjang yang penting ada niat, tekad, ikhtiar, dan selebihnya doa serta tawakal kepada Allah,” katanya, Kamis (25/2/2021)

Pendidikan formal secara tidak langsung turut juga mempengaruhi wawasan perempuan untuk menjadi wirausahawan. Selain itu, kreativitas juga sangat berpengaruh terhadap sepak terjangnya dalam merintis usaha.. Perempuan yang kreatif  menjadi lebih terbuka dalam menangkap  peluang dan menggunakan potensi yang ada. “Dimulainya usaha sejak tahun 2015 hingga saat ini,” ucap wanita yang familiar disapa Serly itu.

Prinsip hidup yang dipegangnya  yakni pengetahuan adalah kekuatan dan kemanfaatan bagi manusia adalah sebuah keharusan. Dia memulai usaha sejak via online hingga membuka 3 usaha. “Awalnya saya buka usaha di rumah dan sambil lalu mempromosikan via online, Alhamdulillah banyak yang pesan,” ujarnya.

Istri dari Suryono itu tidak pernah mengeluh dalam melakukan pekerjaan. Seberat apapun pekerjaannya,  dia jalani dengan ikhlas dan sabar. Ia memulai usaha sejak kecil. Usaha tempat produksinya ada di Jalan Mustika Gang 02 di belakang Masjid Gemma Desa Prenduan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Sementara untuk cabang pertama lokasinya  di timurnya Polsek Larangan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, cabang yang kedua di depan Swalayan Basmalah Lenteng Kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep dan cabang yang ketiga di depan Swalayan Nahdlatul Ulama (NU) Bluto Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep.

“Karyawan saya sekarang ada 10 orang semuanya yang sudah berjalan baik di tempat produksi maupun di 3 cabang saya,” ujarnya.

Serly saat ini dapat menggaji karyawannya secara bertahap. Kerjanya 8 jam setiap hari, bulan pertama digaji Rp600 ribu, bulan kedua Rp650 ribu bulan ketiga dan seterusnya Rp700 ribu. “Dalam pencarian karyawan, saya memprioritaskan anak muda, minimal lulusan SMA yang tidak lanjut kuliah dan siap kerja,. Ayo jika mau kerja, lowongan terbuka,” pungkasnya (imd/maf)

 

 

Komentar

News Feed