Perjalanan Yayad, dari Duta Kampus Hingga Menjadi Duta Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FOR KM/YAYAD)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Mohammad Riadi merupakan sosok pemuda yang patut untuk diacungkan jempol oleh masyarakat Sampang. Sebab, dengan keahliannya di dunia fashion, ia mampu mengharumkan daerah kelahirannya..

Terbukti, pada tahun 2017, dia mendapat mandat sebagai duta kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Sehingga, pada tahun 2018, ia meraih beasiswa prestasi akademik. Kemudian masuk finalis sebagai perwakilan dari IAIN Madura untuk mengikuti seleksi duta bahasa di Provinsi Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Selain itu, berkat kegigihan dan ketekunannya dalam mempelajari dunia fashion, akhirnya ia dimandatkan sebagai ketua paguyuban duta kampus selama tiga periode, yakni dari 2017-2020. Padahal, kemampuannya  di bidang akademik, sangat lemah. Sebab, latar belakang pendidikannya adalah pondok pesantren.

“Saya jadi duta itu dari tahun 2017 semenjak saya kuliah di IAIN Madura. Karena tidak punya kemampuan dalam dunia duta, kami terus belajar dan belajar; alhamdulillah dapat prestasi. Hingga saat ini pun kami terus belajar,” tutur Riadi kepada Kabar Madura, Kamis (17/12/2020).

Kemudian, pada tahun 2019, Riadi yang akrab disapa Yayad tersebut memberanikan diri untuk ikut seleksi Duta Putra-Putri Batik Kabupaten Sampang, yang pada saat itu sangat ketat. Sebab harus mempunyai kualitas yang tinggi, dan mempunyai bakat dunia fashion.

Beruntungnya, berkat doa orang tuanya dan beragam upaya yang dilakukan, akhirnya ia terpilih sebagai Duta Putra-Putri Batik Sampang. Sehingga, pembelajaran dunia fashion terus ditingkatkan. Sebab, menjadi duta itu tidak hanya tampil bagus di depan masyarakat, tetapi bagaimana cara bersosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Setelah itu, akhirnya ia  ikut seleksi di Jawa Timur. Saat itu, ada seleksi Duta  Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Saingannya sangat ketat; sebab pada saat itu ada 800 pendaftar, dan yang diambil 100 orang.

Kendati demikian, yang menjadi motivasi menekuni dunia fashion  yaitu untuk memperkenalkan Sampang sebagai kota kelahirannya ke dunia luar melalui prestasinya. Sehingga, untuk regenerasi, hingga saat ini, ia terus melatih dan memberikan pembelajaran kepada putra-putri Sampang.

“Pada tahun 2019, saya ikut seleksi Duta Jawa Timur, alhamdulillah meraih juara dua sebagai duta terbaik se-Jawa Timur. Setelah itu, saya ikut seleksi Master Batik Jawa Timur, dan alhamdulillah saya meraih juara 2. Saya menekuni dunia duta ini hanya untuk Sampang. Bahkan, hingga saat ini saya masih ada di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (mal/km58).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *