Perjuangan Abdul Rozak Mendirikan Yayasan Senyum Desa Indonesia di Kec. Tambelangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MEMBANGGAKAN: Dirikan Yayasan Senyum Desa Indonesia di Desa Mambulu Barat Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang atas dasar refleksi renungan di masa dulu.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Dedikasi tinggi di bidang pendidikan melalui pendirian komunitas Senyum Desa Indonesia pada 27 Oktober 2017, merupakan inisiatif dari Abdul Rozak. Sosok pemuda asal Desa Mambulu Barat Kecamatan Tambelangan Sampang ini, mampu mendirikan yayasan sosial kemanusiaan berbadan hukum sejak w019 kemarin. Bagaimanakah perjuangannya ?

JAMALUDDIN, Sampang  

Yayasan atau komunitas Senyum Desa Indonesia didirikan atas dasar refleksi renungan Abdul  Rozak. Kala itu, masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bahkan, tidak mudah untuk menempuh pendidikan dasar. Dia harus berjalan kaki kurang lebih sepanjang 3 kilometer untuk tiba di sekolahnya.

Usai berjalan kaki selama menempuh pendidikan SD, dia kembali berjuang naik ojek untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni sekolah menengah pertama (SMP).  Tidak hanya itu, ketika sudah di sekolah menengah atas (SMA) juga penuh dengan perjuangan. Yakni, berangkat subuh, lantaran lokasinya sekolahnya di Kecamatan Torjun.

Dari bekal perjuangannya selama menempuh pendidikan, yakni SD hingga SMA menjadi sebuah inisiatif mendirikan Senyum Desa Indonesia. Bahkan, pada awal pendiriannya hanya ada beberapa orang dari kalangan mahasiswa yang diajak oleh Rozak untuk datang ke desa. Tidak lain, sebagai salah satu ikhtiar pengabdian kepada masyarakat.

“Saya hanya ingin berkontribusi ke Sampang melalui desa. Awalnya, saya tidak pernah punya keinginan mendirikan yayasan. Hanya ketika ingat masa lalu, semangat untuk mendirikan Senyum Desa Indonesia ini muncul, dan ini atas dukungan dari semua pihak. Jadi ini sebuah hikmah bagi saya,” ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Tak heran, dari tahun-ketahun pasca didirikannya komunitas Senyum Desa Indonesia, memiliki berbagai macam perkembangan. Kondisi itu dirasakan pada tahun 2020 kemarin, setelah terbentuknya 25 koordinator wilayah (korwil) dan banyaknya relawan yang turut andil untuk menciptakan anak desa yang berkualitas.

Sehingga, target tahun mendatang dari 34 provinsi yang ada di Negara Indonesia terbentuk sebuah komunitas atau yayasan Senyum Desa Indonesia yang murni dicetuskan oleh pemuda asal Sampang. Sehingga, bisa diketahui khalayak umum di berbagai wilayah yang ada di indonesia.

Senyum Desa Indonesia ini, murni dicetuskan oleh pemuda Sampang, dan sekarang ada 25 korwil dan 1.000 lebih relawan yang ada di berbagai wilayah. Dari semua korwil itu, tetap dimotori oleh Senyum Desa Indonesia yang ada di Sampang sebagai pusat,” tuturnya.

Kendati demikian, sosok pemuda yang masih berusia 24 tahun ini berjanji, akan berupaya seoptimal mungkin untuk menyebar luaskan yayasan tersebut ke berbagai daerah melalui undangan. Baik dari perguruan tinggi maupun sekolah. “Insyaallah kami tetap istiqomah untuk terus memperjuangkan nilai-nilai pendidikan ini,” tutur pemuda lulusan Universitas Airlangga.

Menurutnya, Yayasan Senyum Desa Indonesia sudah mempunyai lembaga, baik dari tingkat taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang sudah resmi memperoleh izin dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang.

“Pada tahun 2020 kemarin salah satu pengurus pusat dari Senyum Desa Indonesia terpilih menjadi puteri Indonesia atas nama Roro Ayu Maulida Puteri. Sehingga bisa mempresentasikan secara Internasional melalui kontes kecantikannya,”

“Dan kami juga memiliki program kampong tengger, pemberdayaan ekonomi, program-program taman baca di berbagai koordinator wilayah senyum desa. Bahkan, kami juga membangun sekolah-sekolah informal, di Sumatera selatan dan Bali,” tukasnya. (ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *