Perjuangan Aulia Febriana Maharani Peraih Beasiswa Penuh dari Pemkab Pamekasan di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PANTANG MENYERAH: Aulia Febrina Maharani peraih beasiswa kedokteran dari Pemkab Pamekasan.

KABARMADURA.ID – Siapa yang tidak kenal dengan Aulia  Febriana Maharani? Sosok perempuan dari Dusun Kandang Desa Larangan Dalam Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan ini, berhasil meraih beasiswa kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Bagaimana persiapannya selama ini?

KHOYRUL UMAM SYARIF, Pamekasan

Tidak mudah untuk meraih prestasi bergengsi dari program Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Yakni, mendapatkan beasiswa penuh dari perguruan atau universitas ternama di Jawa Timur (Jatim). Berkat kegigihan dan perjuangan perempuan yang biasa disapa Aulia ini berhasil menggapai prestasi tersebut.

Namun dalam perjalanan cukup membutuhkan kesabaran dan ketangguhan. Dalam kurun waktu setahun, Aulia mengatur waktu belajar secara khusus. Tujuannya, agar diterima di fakultas kedokteran dengan beasiswa penuh dari Pemkab Pamekasan. Disela-sela mengatur waktu, hal fisik dan spiritual melalui doa, ikhtiar seakan menjadi kewajibannya.

Bahkan, tiada waktu selain hanya belajar setiap ada kesempatan. Biasanya, kegiatan tersebut rutin dilakukan di pagi hari, sore, hingga malam setelah shalat isya’. “Yang perlu dilakukan setiap insan manusia adalah ikhtiar dan berdoa. Hal itulah yang saya lakukan demi menggapai keinginan saya untuk masuk di Kedokteran Unair. Dalam hal ikhtiar, saya berusaha untuk terus menambah ilmu saya dengan belajar,” ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Putri dari Sundahri ini  mengaku, pernah  gagal masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Namun kegagalan itu, dijadikan sebagai pelecut semangat dalam meraih impiannya. Sehingga terus berusaha untuk tekun mengikuti pembelajaran, baik melalui bimbingan belajar (bimbel) maupun secara gratis dari media sosial (medsos).

“Semua usaha tidak akan berarti jika tanpa doa. Doa yang saya panjatkan semata-mata untuk meminta yang terbaik. Orang tua saya pun ikut merestui langkah yang akan saya ambil,” ucapnya.

Perempuan lulusan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN ) 1 Pamekasan itu, membocorkan tentang trik dan tips bisa diterima sebagai Mahasiswa kedokteran Unair. Hal pertama, adanya kemauan. Segala hal yang didasari dengan kemauan,  akan menghasilkan sesuatu yang positif. Kemudian, mengatur waktu belajar.

“Dukungan kedua orang tua sangat penting dalam semua hal. Selain membantu ketika saya mengalami kesulitan, kedua orang tua juga memahami segala kesibukan saya. Serta selalu mengingatkan hal kebaikan. Besar sekali peran dan bantuan mereka selama ini dalam hidup saya,” papar sosok yang lahir di Jember, 7 Februari 2003.

Terpenting, jika suatu hari sukses prinsipnya hanya ingin membantu masyarakat. Dia menyadari, tenaga medis di daerah yang identik dengan slogan Kota Gerbang Salam belum dominan dan kualitas kesehatan juga belum maksimal. Oleh karena itu, ia ingin berpartisipasi dalam hal kemajuan dunia medis menjadi lebih baik.

“Pesan saya kepada teman-teman pemuda Pamekasan, tetaplah semangat dan produktif di masa pandemi ini. Jangan biarkan pandemi menghambat aktivitas dan kewajiban yang harus dilakukan. Tetaplah adaptif dengan segala perubahan kondisi yang ada.  Tetaplah semangat menggapai segala sesuatu yang kalian inginkan seperti cita-cita,” pesannya.

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *