oleh

Perjuangan Azam Demi Tingkatkan Perkembangan Daerah Kelahirannya

Kabarmadura.id/Pamekasan-Guna menimba ilmu hingga meraih prestasi gemilang merupakan impian Azam, Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-Bata. Prestasi yang diraih tidak hanya untuk dirinya, melainkan untuk kabupaten tempat kelahirannya.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan asal Kecamatan Robatal Sampang itu datang ke Pamekasan dengan membawa seribu impian. Azam merupakan seorang mahasiswa yang memiliki mimpi besar untuk membesarkan kabupaten asalnya dengan cara menimba ilmu di kabupaten lain.

Kegigihannya dalam belajar mampu menuai prestasi gemilang. Yakni berhasil membuktikan ketercapaian impiannya. Pada tahun 2019 lalu, Azam berhasil mengharumkan nama almamaternya sebagai Juara I Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat Rayon dalam seleksi KDMI tingkat provinsi Jatim.

Dirinya berhasil mempertahankan gelar pendahulunya yaitu Ali Wafa yang pada tahun sebelumnya turut mengharumkan nama baik UIM dengan keluarnya dia sebagai The Best Speaker atau pembicara terbaik KDMI tingkat Provinsi Jatim.

KDMI merupakan ajang adu prestasi tahunan yang rutin digelar setiap tahun. Azam telah dua kali mewakili kampusnya ke ajang tahunan itu. Yakni tahun 2019 dan tahun 2020 ini. Dia kembali dipilih lantaran sudah meraih juara tahun sebelumnya dan terbilang cukup muda dan masih semester enam.

“Mumpung masih muda, saya dedikasikan diri saya untuk kepentingan masa depan saya, saat saya sudah tidak bisa berdedikasi, saat itu lah saya sudah merasa tua,” ucap pria kelahiran 30 Agustus 1998 itu.

Azam telah mampu menginspirasi mahasiswa lainnya. Banyak teman-teman dan juniornya yang kemudian satu persatu menorehkan prestasi baik di tingkat regional hingga ke tingkat nasional. Azam giat melakukan regenerasi dengan menciptakan berbagai pelatihan untuk para teman-teman dan juniornya agar turut mengharumkan almamater hijaunya.

Kendati berprestasi di Pamekasan, Azam memiliki impian untuk mengharumkan nama baik Kabupatennya yaitu Kabupaten Sampang. Tanah kelahirannya itu menurutnya masih perlu banyak sentuhan pemuda kreatif dan progresif seperti dirinya.

Tak ayal, Azam terpilih sebagai Ketua Umum Gabungan Mahasiswa Sampang (Gamasa) karena kepeduliannya terhadap kabupaten asalnya. Impiannya itu lah dia mengumpulkan seluruh mahasiswa asal Kabupaten Sampang untuk sama-sama bersinergi dan memiliki spirit yang sama dalam membesarkan Kabupaten Sampang yang menurutnya tertinggal dibanding Kabupaten lainnya.

Kemampuannya terasa semenjak dirinya berada di bangku sekolah. Azam dikenal sebagai anak yang kompetitif dan memiliki potensi yang mudah sekali dikembangkan. Kecerdasan dan kecekatannya mampu membuatnya menelurkan beberapa buah pikiran.

Saat ini, Azam tengah dalam kesibukan menyusun sebuah karya pertamanya yaitu sebuah buku berisi pemikiran liarnya tentang reformasi birokrasi dan kebijakan publik pemerintahan, suatu komparasi antara publik policy antara Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan, karyanya akan dilaunching pada akhir tahun 2020 ini.

“Saya datang ke sini untuk berkompetisi, kita semua kesini untuk berkompetisi, maka menjadi yang terbaik merupakan tujuan utama,” pungkasnya. (*/ito)

 

Komentar

News Feed