Perjuangan Greg Nwokolo ketika Meniti Karir: Dari Nonton dan Mencontoh Ronaldo hingga Jadi Bintang

  • Whatsapp
(FOTO: MADURA UNITED FOR KM) PENUH PERJUANGAN: Awal mula karir striker naturalisasi Madura United Greg Nwokolo penuh dengan rintangan.

KABARMADURA.ID | Suka duka dan jatuh bangun dalam meniti karir sudah biasa dialami oleh publik figur. Seperti awal mula Greg Nwokolo mencoba belajar bermain bola. Perjalanan karir striker Madura United itu, penuh perjuangan dan kerja keras. Bahkan, orang tuanya belum sepenuhnya merestui ketika memilih berkarir di dunia sepak bola.

Syahid Mujtahidy, Bali

Bacaan Lainnya

Nama Greg Nwokolo tidak asing di telinga dunia pecinta sepak bola nasional. Dia datang sebagai legiun asing muda yang terjun ke kompetisi domestik Indonesia, bahkan pertama kali merumput di Indonesia saat usianya masih belasan tahun, tapi datang dengan status pemain asing.

Lama bermain di Indonesia membuat penyerang yang berusia 36 tahun ini pindah kewarganegaraan. Hal itu yang membuat dia bisa membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia dan terdaftar di PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pemain lokal saat ini.

Namun di balik kesuksesan dan hidup mewah Greg yang sering dipertontonkan ke publik. Dia juga mengawali dengan pengalaman yang pahit.

Diceritakannya, rumahnya di Nigeria sangat dekat dengan lapangan sepak bola saat usianya baru 8 tahun. Dia pun setiap sore hari datang sebatas untuk menyaksikan, para atlet latihan ataupun bertanding. Namun, lama-kelamaan, dia ikut berlatih.

“8 tahun, saat itu tinggal di belakang lapangan. Setiap sore, nonton main bola, latihan di situ, aku ikut. Karena, dari turunan, aku tidak ada dari pemain bola dan orang tuaku tidak terlalu suka bola awalnya,” curhatnya kepada Kabar Madura, Rabu (12/1/2022).

Greg menuturkan, sejatinya kedua orang tuanya menginginkan Greg fokus terhadap akademik dan mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Tak ayal, dia tidak mendapat dukungan sama sekali saat ingin berkarir di sepak bola.

Pemain yang sudah malang melintang di klub-klub besar Indonesia itu harus memenuhi kebutuhan untuk bermain bola dengan uang sendiri, padahal orang tuanya tergolong keluarga menengah ke atas. Dia menyimpan setiap hari untuk membeli sepatu bola.

Selain itu, Greg menceritakan, sejak kecil mengidolakan pemain seplegendaris Brasil Ronaldo Luís Nazário de Lima. Dia pun sering menonton aksi-aksi mega bintang dari Negeri Samba itu, lalu mempraktikannya dengan teman sebaya.

Pola prakteknya, dia mendesain menggunakan satu gawang. Jadi, semua pemain saling menjadi lawan untuk memasukkan ke satu gawang tersebut.

“Jika main 10 orang, jadi satu kiper, 9 orang main. Aku harus melewati 8 orang untuk cetak gol. Aku praktek yang aku tonton,” tuturnya.

Sekar diketahui, sejak 10 Oktober 2011, Greg resmi menjadi pemain naturalisasi setelah pindah kewarganegaraan dari Nigeria ke Indonesia. Dia sudah memenuhi syarat, lantaran sudah lama bekerja di Indonesia sebagai pesepakbola profesional.

Tidak berselang lama dari itu, Greg dapat panggilan dari Indonesia Selection, tepatnya saat jalani laga uji coba kontra tim besar Amerika LA Galaxy. Namun, debut bersama Timnas Indonesia dia lakoni saat masuk komposisi skuad Tim Garuda dalam ajang kualifikasi Piala Asia 2015.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *