oleh

Perjuangan Heroik Pedagang Madura di Kota Tangerang di Tengah Covid-19

Kabarmadura.id-Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memberikan dampak yang sangat besar terhadap perantau Madura. Salah satunya perantau dari Kecamatan Batang-batang, Sumenep Pardiyanto. Berdagang sembako di Kota Tangerang, Pardiyanto harus rela mengalami penurunan penghasilan hingga 50 persen.

SYAHID MUJTAHIDY, KABAR MADURA

Kota Tangerang telah menerapkan PSBB. Minggu (26/4/2020) kemarin memasuki hari kesembilan.

Tak ayal, Pardiyanto yang berada di daerah Cipondoh, Kota Tangerang harus memberikan pelayanan jasa antar secara gratis, serta menggunakan sistem door to door guna tetap mendapatkan penghasilan.

“Berbicara dagangan sudah pasti menurun lebih dari 50 persen, karena wabah tersebut. Terutama sejak diberlakukannya PSBB untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), sehingga disiasati dengan promo free delivery baik via online ataupun dengan door to door,” ceritanya kepada Kabar Madura, Minggu (26/4/2020) pagi.

Akan tetapi, pecinta Madura United ini menuturkan, jasa bebas ongkos antar dan door to door sangat berisiko. Hal itu tidak terlepas Pardi tidak sebatas bertemu dengan pelanggannya. Namun, bisa kemungkinan berjumpa dengan orang lain.

Di samping itu, tantangan lain, seperti yang disampaikannya, masyarakat setempat sudah menyetok barang sebelum penerapan PSBB.

“Risikonya lebih besar, tapi hasilnya jika minat akan besar pula. Karena dengan door to door untuk menawarkan kebutuhan sembako, hampir merata dihadapkan pada penolakan. Sebagian sudah nyetok jauh-jauh hari sejak diberlakukannya PSBB. Door to door ini dilakukan hanya di sekitaran kelurahan setempat,” ujarnya.

Selain itu, Pardi mengungkapkan hasil komunikasinya dengan sesama perantau dari Madura. Ceritanya, perantau Madura yang lain seperti penjaga toko, penjual nasi, dan penjual sate kesulitan untuk mendapatkan pelanggan. Mereka juga sudah tidak bisa kembali ke kampung halaman.

“Bisa dibilang dampaknya merata bagi warga Madura yang ada di Kota Tangerang dengan adanya wabah tersebut. Mengeluh dan kebingungan, karena jualan sepi, tapi mau pulang kampung sudah tidak bisa, baik bagi penjual di warung sembako, pecel lele ataupun sate Madura,” tutup Pardi. (nam)

Komentar

News Feed