oleh

Perjuangan Hoirul Anam, Penjual Jajanan Tradisional

Kabarmadura.id/Bangkalan-Meskipun cuaca sangat panas, pemuda usia 17 tahun ini selalu semangat untuk mempromosikan jajanan pasarnya yang ia gendong  di pinggir jalan. Ia terus menawarkan dagangan kepada siapa saja yang ditemui, laki-laki atau perempuan, tua atau muda.

MOH SED, BANGKALAN

Hoirul Anam, demikian nama pemuda itu, sudah berjualan sejak dari kelas 1 SD. Ia berjualan jajan di lampu merah sampai menginjak kelas 1 SMA. Pemuda asal Bangkalan kecamatan Bangkalan desa Saksak ini punya semangat yang sangat luar biasa. Hasil dari penjualan kue tersebut  setiap harinya mendapatkan Rp25-50 ribu rupiah. Hasil dari jualann digunakan untuk biaya sekolah dan ia tidak pernah meminta  uang jajan kepada kedua orang tuanya. Selain mandiri ia juga memberikan uang belanja kepada kedua orang tuanya.

Jika sekolah aktif, Hoirul Anam membawa jajanannya ke sekolah untuk dijual di sekolahnya. Kalau hari baik kadang sehari laku semua. Kalau tidak laku, selepas pulang sekolah di SMA Negeri 3 Bangkalan Hoirul Anam langsung turun ke lapangan untuk berjualan. Ketika hari menjelang sore jualannya laku atau tidak, Hoirul Anam harus pulang walaupun dagangan tidak habis dijual.

Kadang sisa jualannya disedekahkan kepada pemulung atau tukang becak bahkan diberikan ke tetangganya daripada basi.

Ia punya cita cita untuk menjadi polisi  sambil berisitirahat iya bercerita kalau lulus nanti saya ingin menjadi polisi Agar bisa membantu ekonomi kedua orangyltuqnyq saya ingin kedua orang tua saya melihat saya Sukes dan membuatnya tersenyum kata remaja usia 17 tahun ini. (pai)

 

Komentar

News Feed