oleh

Perjuangan Homaizah (46) Warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan

Rintis Usaha Rambut Palsu, Hingga Raih Omset Jutaan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Hidup bersama suami dan berserta tiga orang anak, Homaizah (46) harus berjuang keras untuk mendapatkan nafkah lebih. Dengan kreatifitasnya di bidang rambut palsu, dia mampu memperoleh kesuksesan luar biasa.

ALI WAFA, PALENGAAN

Usaha tersebut didirikan lantaran ada insting  prospek menguntungkan di balik bisnis rambut palsu. Lima tahun yang lalu, Homaizah  mendengar informasi dari salah satu kerabatnya, bahwa bisnis tersebut berpeluang mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Awalnya, tidak yakin bisnis tersebut bisa mencukupi kebutuhannya. Namun setelah dijalani lebih dari dua tahun, dia bersyukur telah mampu menyekolahkan ketiga anaknya melalui bisnis rambut palsu.

Dengan modal ratusan ribu, usaha tersebut terus mengalami perkembangan, hingga kemudian omset yang didapatnya bernilai jutaan. Bahan-bahan yang diperlukannya, berupa rambut palsu belum dirajut yang diperoleh dari Surabaya.

Setiap satu gulung, dia jual dengan harga Rp2 ribu. Dalam sehari, berhasil mengerjakan puluhan gulung. Kemudian dijual ke pelanggannya di luar kota dan sejumlah daerah di luar Madura.

Dengan kreatifitas yang dia miliki, menyulap bahan rambut palsu menjadi aksesoris yang lebih dikenal dengan istilah wig. Dia mendesain rambut plastik itu, disesuaikan dengan tren rambut palsu yang banyak diminati para artis belakangan ini.

“Nanti kami jual ini ke langganan saya. Dan dikirim ke Surabaya. Setiap satu gulung harganya Rp2 ribu,” tutur warga Desa Larangan Badung tersebut.

Kendati telah lama mendirikan usaha tersebut, Homaizah mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Sementara dirinya, berharap mendapatkan bantuan modal dan alat agar usahanya bisa lebih berkembang. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin, menaruh simpati terhadap ibu tiga anak tersebut. Menurutnya, Homaizah merupakan ibu rumah tangga yang kreatif. Sehingga dapat memanfaatkan peluang.

Baginya, Homaizah layak menjadi contoh bagi masyarakat lain, bahwa kreativitas mampu mengantarkan setiap orang menuju pintu kesuksesan. Menurutnya, Homaizah layak mendapat perhatian pemerintah.

Pihaknya berharap usaha-usaha rumah tangga, seperti yang dilakukan Homaizah mendapat atensi dari pemerintah, agar bisa semakin berkembang dan tercipta kesejahteraan bagi warga setempat melalui terciptanya lapangan kerja.

“Ini kreatif. Yang seperti ini layak mendapat perhatian dari pemerintah agar bisa mengembangkan usahanya,” responnya. (ito/*)

 

Komentar

News Feed