oleh

Perjuangan Keras Empat Kabupaten di Madura Penuhi PAD di 2020

KABARMADURA.ID – APendapatan asli daerah (PAD) menjadi salah satu sumber pendapatan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pemerintah kabupaten (pemkab). Proses perencanaan APBD tersebut,  pihak pemerintah menetapkan target penerimaan PAD yang dituangkan dalam peraturan daerah (perda) APBD.

Memasuki bulan November, atau tersisa dua bulan masa tahun anggaran 2020 berjalan, sebagian pemkab di Madura belum memenuhi target penerimaan dari PAD.

Berdasar penelusuran tim Kabar Madura, hanya Pemkab Pamekasan yang realisasi penerimaannya sudah melampaui dari target PAD sebesar Rp182.735.353.662. Sedangkan realisasinya sebesar Rp186.818.941.137 atau melebihi Rp4,08 miliar (2,23 persen).

Sementara pemkab lainnya, saat ini masih berjuang untuk memenuhi target yang dicanangkan.  Bangkalan pada awalnya menargetkan penerimaan PAD sebesar Rp261 miliar, akhirnya menurunkan target melalui perubahan APBD menjadi Rp211 miliar. Namun nyatanya masih harus berjuang untuk memenuhi target yang sudah diturunkan itu.

Memasuki November 2020, penerimaan PAD Bangkalan masih mencapai Rp175.247.367.308 dari target Rp211.620.744.167 (82,81%).

Senada dengan Bangkalan, Sampang yang mematok target PAD paling kecil dari tiga kabupaten lainnya sebesar Rp166.960.044.475, progres realisasi PAD tercatat paling rendah, hanya mencapai Rp137.508.482.155 (82,31 persen).

Berbeda dengan tiga pemkab lainnya yang terbuka tentang realisasi capaian pemerolehan PAD. Pemkab Sumenep melalui Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep yang disampaiikan  Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Penagihan Suhermanto, tidak bisa memberikan informasi detail capaian penerimaan PAD-nya.

“Semua data ada di sini. Tapi, kami belum berani mengeluarkan data,” ungkap Suhermanto.

Meski demikian, ada sedikit gambaran umum tentang PAD Sumenep. Utamanya, PAD dari sektor retribusi daerah yang saat ini sudah terealisasi sebesar Rp26 miliar dari target yang dicanangkan sebesar Rp28 miliar.

Target dari semua PAD, masih ada kesempatan untuk ditambah hingga 23 Desember 2020. Salah satu contohnya, hotel dari Maret-Agustus 2020 susah naik. Turunnya, hingga 50 persen. Tetapi, 3 bulan terakhir hingga Oktober, naik hampir 100 persen.

“Untuk capaian terbesar yang dihasilkan BLUD, yakni di dinas kesehatan yang targetnya mencapai  Rp85 miliar,” paparnya. (timKM)

Target PAD tahun 2020 Realisasi per November 2020 Persentase (%)
Sumenep  Rp         266,795,031,578  Tidak mau sampaikan informasi
Bangkalan  Rp         211,620,744,167  Rp                                                    175,247,367,308 82.81
Sampang  Rp         166,960,044,475  Rp                                   137,508,482,155 82.36
Pamekasan  Rp         182,735,353,662  Rp                                                    186,818,941,137 102.23

 

Target Pajak Daerah Realisasi per November 2020 Persentase (%)
Sumenep  Rp                    28,000,000,000  Rp                                                      26,000,000,000 92.857
Bangkalan  Rp                    45,861,177,886  Rp                                                      36,086,772,994 78.687
Sampang  Rp           26,020,835,000  Rp                                     20,681,517,185 79.481
Pamekasan  Rp                    34,430,296,524  Rp                                                      28,687,637,387 83.321

 

Grafis 3
Target Retribusi Daerah Realisasi per November 2020 Persentase (%)
Sumenep  Rp              19,040,089,824.00  Menolak sampaikan informasi
Bangkalan  Rp                    10,883,700,225  Rp                                                        8,263,972,859 75.93
Sampang  Rp               21,453,052,795  Rp                                        13,015,244,225 60.67
Pamekasan  Rp                    15,531,305,478  Rp                                                      13,299,111,755 85.63

 

Target hasil pengelolaan, kekayaan daerah yang dipisahkan Realisasi per November 2020 Persentase (%)
Sumenep  Rp                    15,994,475,000  Menolak sampaikan informasi
Bangkalan  Rp                    13,299,795,941  Rp                                                        9,672,181,828 72.72
Sampang  Rp             6,526,646,327  Rp                                       6,372,776,081 97.64
Pamekasan  Rp                      1,847,294,966  Rp                                                        2,052,672,130 111.12

 

Target lain-lain yang sah Realisasi per November 2020 Persentase (%)
Sumenep  Rp                  198,679,706,404  Menolak sampaikan informasi
Bangkalan  Rp                  141,576,070,114  Rp                                                    121,224,439,627 85.62
Sampang  Rp         112,959,510,353  Rp                                     97,438,944,664 86.26
Pamekasan  Rp                  130,777,054,903  Rp                                                    142,779,519,866 109.18

Kompak Gagal Penuhi Target Retribusi

Dalam hal realisasi penarikan retribusi, empat kabupaten di Madura kompak gagal memenuhi target. Bahkan, salah satu kabupaten, yakni Sumenep, belum berani membeberkan perolehan retribusi daerahnya karena alasan yang belum bisa dipastikan.

Dimulai dari Sampang yang mematok target paling tinggi dibandingkan tiga kabupaten lainnya. Dari target retribusi daerah sebesar Rp 21.453.052.795, yang dicapai hanya 60,6 persen atau Rp13.015.244.225.

Sedangkan Bangkalan yang menarget pendapatan dari retribusi sebesar Rp10.883.700.225, hasil capaiannya lebih baik dari Sampang. Kabupaten di ujung barat Pulau Madura ini bisa memenuhi target retribusinya hingga 75,93 persen atau Rp8.263.972.859. Bangkalan tahun 2020 ini memang menarget realisasi retribusi paling kecil dari tiga kabupaten lain di Madura.

Capaian paling tinggi adalah Pamekasan. Target retribusi senilai Rp15.531.305.478 mampu dipenuhi hingga 85,63 persen atau sebesar Rp13.299.111.755. (timKM)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed