Perjuangan Menembus Gelapnya Pemahaman Satu Ilmu Bernama Matematika

  • Bagikan

Oleh: Robiatul Adawiyah

Novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang baru dua bulan lalu diterbitkan merupakan prekuel dari novel sebelumnya di tahun 2019 berjudul: Orang-orang Biasa. Sama seperti novel-novel sebelumnya, Andrea Hirata seolah tidak bisa keluar dari ide menulis tentang orang-orang dengan kelas ekonomi menengah kebawah, sebuah kota terpencil, pendidikan yang tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah dan perasaan orang-orang yang masih belum merdeka secara utuh.

Novel Guru Aini ini menceritakan kisah awal perjalanan seorang murid yang gelap akan satu ilmu bernama matematika dengan satu guru terbaik dalam mengajar ilmu matematika, guru Desi Istiqomah atau Desi Mal;sebutan khusus saat mengajar di sekolah.

Dalam kisahnya, Nuraini alias Aini cita-cita dokter itu sangat bebal akan ilmu matematika. Sejak kelas 3 SD ilmu itu serupa hantu baginya, menakutkan. Maka, setiap kali pelajaran matematika berlangsung perut Aini sakit dan sebaliknya begitu pelajaran berakhir, rasa sakit di perutnya hilang seketika. Sama persis dengan satu gejala yang pernah dialami ibunya dulu, Dinah Mardinah.

Senasib dengan Aini, Enun dan Sa’diah juga tidak bisa matematika tetapi naas Aini paling parah sebab ia selalu berada di peringkat kelas paling akhir dari keduanya. Mereka bertiga terus bersahabat dari sejak kecil sampai menjadi murid baru di SMA. Meskipun tidak pandai dalam ilmu matematika, ketiga murid tengil itu menjalani hari-hari penuh keseruan dengan cara mereka sendiri. Happy, go lucky!

Awal menjadi murid SMA, Aini, Enun dan Sa’diah semakin serasi, gembira, kompak sampai membentuk grup vokal dinamai Trio Aljabaria sebagai gambaran betapa tidak becusnya mereka dalam Aljabar. Sebab lain dari kebahagiaan mereka pun dikarenakan terbebas dari guru eksentrik yang super galak dan ditakuti banyak murid yang tak lain adalah guru Desi Mal.

Baca juga  Pengurus Forki Bangkalan Incar Medali Emas pada Porprov Jatim, Sarpras Latihan Jadi Pelengkap

Guru Desi menjadi guru yang disegani, kepandaiannya akan matematika tidak bisa dipungkiri. Menakjubkan dan luar biasa! Diluar itu, Guru Desi sebenarnya adalah tipikal guru yang aneh, keanehan itu disebabkan oleh sepatu butut yang selalu dipakainya kemanapun dan dimanapun serta dalam situasi apapun. Dalam tekadnya ia berjanji jika sepatu itu akan terus dipakainya sampai ia menemukan murid didikannya pintar dalam matematika.

Singkat cerita, ayah Aini tiba-tiba jatuh sakit dan penyakitnya hanya bisa diobati oleh dokter ahli, hanya dengan ilmu dan sekolah. Sejak saat itulah, muncul keinginan besarnya yang ingin menjadi dokter ahli supaya bisa mengobati sakit ayahnya. Teringat Aini akan ucapan guru Tabah yang dengan tabah mengajarinya matematika selama ini bahwa matematika adalah ibu bagi ilmu fisika, kimia, komputer, biologi dan kedokteran.

Keputusan Aini untuk belajar matematika secara langsung dan pindah ke kelas guru Desi sekaligus meninggalkan duo Aljabaria bukan perkara mudah. Perasaan takut, cemas, ngeri akan tertolak oleh guru itu dirasakannya sebelum pada akhirnya ia diterima menjadi muridnya.

Demi cita-citanya, Aini siap menghadapi segala tantangan, resiko dan kesulitan yang akan diterima dari guru Desi.

Berbulan-bulan Aini berusaha belajar dengan rajin pada Guru Desi, konsisten pada tekadnya untuk menjadi dokter membuatnya sedikit pun tidak mengeluh. Setiap hari di jam dan menit yang sama ia mendatangi gurunya untuk belajar. Selama itu pula ia telah bersusah payah, bersimbah keringat, air mata serta gertakan dan kata-kata kasar dari guru Desi telah diterimanya. Aini tetap saja tidak menyerah berjuang supaya dirinya dapat keluar dari gelapnya ilmu matematika yang seakan ilmu tersebut tidak mau berbicara padanya

Baca juga  Kisah Inspiratif tentang Kekuatan Syukur dan Sikap Positif

Buku principles of calculus milik guru Desi telah menjadi penolong, sebab dari buku itu ia temukan satu cara yang berhasil membuat Aini dapat memahami matematika. Kalkulus benar-benar telah membuka kegelapan yang selama ini dirasakan oleh Aini. Setelah perjuangannya mendidik Aini selama ini, guru Desi pun tersenyum dan semakin bersemangat untuk mengajarkan semua ilmunya sampai Aini mampu melihat sisi lain dari matematika sebagaimana dirinya.

Tak ada yang lebih membuat murid gembira selain berhasil mempelajari sesuatu, dan tak ada yang membuat seorang guru gembira selain menemukan cara untuk mengajari muridnya. [Halaman: 236]

Satu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh guru Desi bahwa Aini adalah sosok murid yang selama bertahun-tahun dinantikannya dan menjadi sebab digantungnya sepatu butut penuh misteri itu. Keduanya benar-benar telah membuktikan bahwa usaha tidak akan berkhianat pada hasil yang akan diterima. Berkat kepandaian matematika itu pula akhirnya Aini cita-cita dokter berhasil lolos ujian masuk perguruan tinggi fakultas kedokteran.

Dalam perjalanan yang panjang menuju keikhlasan, kita akan menemukan harapan. Dalam perjalanan yang berliku-liku menuju pengorbanan, kita akan menemukan keberanian. Namun kejujuran pada diri sendiri, akhirnya kita akan pulang. [Halaman: 215]

***

Andrea Hirata seorang penulis hebat dan berkarakter, kemampuan menulisnya diakui dunia dan setiap karyanya mengandung selera humor yang sangat baik dan karyanya memang selalu berhasil memikat para pembaca. Nilai lebih dari membaca novel Guru Aini ini pun sulit menemukan rasa bosan, gaya bahasa yang sederhana mampu membuat pembaca dijamin tidak akan kesulitan memahami setiap maksud dan tujuan yang ingin disampaikan. Dalam novel ini terdapat banyak kutipan-kutipan menarik yang menyentuh hati dan memotivasi. Sebab novel Guru Aini adalah prekuel dari novel Orang-orang Biasa, maka untuk pembaca yang sudah tahu jalan cerita dari novel sebelumnya pasti menemukan bagian cerita yang tidak sama persis, hal ini tentunya sedikit membingungkan para pembaca namun tetap tidak mengurangi kebagusan isi cerita secara universal.

Baca juga  Pentingnya Pendidikan dan Pengetahuan

Kesimpulan dari novel Guru Aini yang saya resensi ini, buku ini sangat cocok dibaca oleh semua jenjang usia: Mulai dari anak sekolah dasar sampai setingkat mahasiswa, para guru serta kepada para pembaca secara umum. Kehadiran novel ini pun saya kira mampu mengusir rasa bosan ditengah pandemi Covid-19 dengan di rumah saja.

Judul Buku: Guru Aini

Penulis: Andrea Hirata

Tebal Buku: 336 Halaman

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Terbit: Februari, 2020

ISBN: 978-602-291-686-4

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan