Perjuangan Pemilik Batik KaDe, Abdus Shomad Merintis Usahanya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) INSPIRATIF: Abdus Shomad pengusaha Batik Tulis KaDe ingin mengaharumkan Pamekasan melalui pengenalan batik tulis ke seluruh dunia.  

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Modal terbesar untuk sukses berwirausaha, yakni  pantang menyerah dalam kondisi apapun. Sebab, hal itu menjadi tolak ukur yang sangat urgen untuk mencapai setiap keinginan. Perkataan itu, pantas disematkan bagi pemilik usaha Batik Tulis Kak Does (KaDe) Abdus Shomad.

KHOYRUL UMAM SYARIFPAMEKASAN 

Bacaan Lainnya

Sosok yang penuh wibawa, memakai batik tulis kelahiran Pamekasan tanggal 5 April 1981 mengaku, memulai usahanya sebagai pambatik tahun 2013 lalu. Pada awal tahun 2019, berhasil membuka  Istana KaDe, yang saat ini berlokasi di terminal Ronggosukowati, Ceguk Pamekasan.

“Perlu ketelatenan dan kesabaran dalam menjalankan usaha, karena saya yakin, orang yang berusaha dan berdo’a kepada Allah akan diberikan jalan yang mudah,”paparnya, Kamis (03/12/2020).

Pria yang berasal dari, Larangan Badung itu berprinsip,  dalam berwirausaha perlu perjuangan optimal untuk memperoleh hasil yang maksimal. Termasuk dalam menjalankan usahanya yang dirintis dari nol, hingga terbilang banyak peminat brand batik tulis KaDe.

“Selama kami memakai batik, maka kesejahteraan dan kewibawaan akan melekat pada kita,” ungkapnya.

Kiat sukses, untuk memulai usaha sangat mudah, yakni memulai dengan tekun usaha yang ingin digeluti, dan terus membangun relasi dengan berbagai kalangan, utamanya dengan rekan sesama pengusaha, sesuai dengan jenis usahanya. Sebab, lingkungan sangat berpengaruh terhadap kelancaran jaringan usaha.

“Mulailah tanpa dengan cekatan, lakukan dengan tulus, bangun relasi dengan rekanan tanpa pilih-pilih,” ucapnya.

Suami dari Niamatuz  Zahra itu, menegaskan, motivasi dalam membuka usaha batik tulis KaDe awalnya memang senang berwirausaha. Tujuannya, ingin mengenalkan batik tulis lokal, untuk bisa jadi trend fashion kekinian yang disukai oleh setiap kalangan.

“Hanya ingin melestarikan batik tulis daerah dan mengangkat derajat pengrajin batik, sehingga batik Pamekasan bisa harum di mata dunia,”tegasnya.

Dia berharap usahanya semakin lancar, dan penjualan batik tulisnya semakin diminati oleh pelanggan. Sehingga, mampu membuat  Pamekasan menjadi kabupaten dengan batik tulis terbaik di dunia. “Kami harapkan batik KaDe terus diminati oleh pecinta batik,” pungkasnya. (ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *