Perjuangan Winger Madura United Haris Tuharea Meniti Karir di Sepak Bola

  • Whatsapp
(FOTO: MADURA UNITED FOR KM) PENUH PERJUANGAN: Winger Madura United Haris Tuharea mengenang masa-masa sulitnya dalam meniti karir.

KABARMADURA.ID | Menjadi pesepakbola profesional bukan tanpa perjuangan yang luar biasa, seperti halnya yang dialami winger Madura United Haris Tuharea yang terlahir bukan dari kalangan bangsawan, bahkan bukan berasal dari daerah perkotaan yang sebagian fasilitas sudah terpenuhi.

SYAHID MUJTAHIDY, BANTUL

Bacaan Lainnya

Haris sudah gemar bermain sepak bola sejak kecil. Namun, dia tidak pernah mengikuti sekolah sepak bola (SSB). Bomber asal Ambon itu hanya ikut temannya bermain sehingga berpindah-pindah tempat dan klub.

Bahkan, pemain berusia 27 tahun itu menceritakan, dulu saat latihan harus ke gunung. Lantaran tiada kendaraan dari dataran rendah sebagai perkampungan warga ke dataran tinggi, dia bersama teman sebayanya jalan kaki dan terkadang jogging untuk tiba di lapangan. Usaha itu dilakukan hanya untuk mahir bermain sepak bola.

Tapi usahanya tidak sia-sia, saat ikut seleksi Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Uruguay, Haris bisa lolos. Sehingga, dia berangkat ke Benua Amerika Latin untuk mendalami dunia sepak bola selama dua tahun.

“Lapangan di desa saya itu di gunung. Jadi kalau mau main bola, harus tenaga ekstra. Dulu, tidak ada kendaraan dari bawah ke atas. Lalu, ada seleksi untuk program SAD ke Uruguay. Saya coba, Alhamdulillah berangkat,” ungkapnya kepada Kabar Madura sembari mengenang perjuangannya, Rabu (1/12/2021).

Dua tahun tidak pulang-pulang, Haris menyampaikan, momen tersebut yang menjadi masa tersulitnya dalam meniti karir. Karena, dia harus berpuasa Bulan Ramadan dan lebaran di sana. Padahal, momen itu sejatinya masa berkumpul bersama keluarga.

Yang kian menyakitkan, Haris tidak menemukan masjid untuk salat di Uruguay kala itu. Untuk sekedar salat Idul Fitri, dia harus ke Kedutaan Mesir.

“Teman-teman yang lain sampai nangis ingat keluarga. Habis salat lebaran, kami hanya pulang ke asrama, itu saja. Tidak seperti di Indonesia yang meriah,” tandasnya.

Namun, perjuangannya itu terbayar tuntas saat ini. Dia bisa berada di klub sebesar Madura United yang tengah berkompetisi di BRI Liga 1 2021.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *