oleh

Perkembangan Produksi Budidaya Ikan di Sumenep Fluktuatif

KABARMADURA.ID, Sumenep – Perkembangan produksi budidaya ikan lele di Kabupaten Sumenep fluktuatif. Hasil produksi dalam setiap tahunnya tidak menentu, terkadang mengalami peningkatan maupun penurunan.

Berdasarkan data, hasil produksi pada tahun 2020 hingga saat ini mencapai 339,444,85 ton. Hal tersebut diungkapkan, Kasi Produksi Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Moh. Subhan Hedir, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya ratusan ribuan ton  produksi itu merupakan hasil dari beberapa budidaya. Masing-masing ikan lele, rumput laut, kerapu, udang vannamei, Windu, bandeng, gurami, nila, dan mujair “Pada tahun 2016 dan 2017, gurame, nila, mujair tidak memproduksi,” ujarnya.

Dia menegaskan tidak menentunya hasil produksi disebabkan harga yang tidak stabil. Sedangkan harga pakan naik dari tahun ke tahun. Selain itu, banyaknya penyakit yang menyerang ikan budidaya.

“Kemudian, peningkatan budidaya dipengaruhi oleh Teknik budidaya yang mudah dalam pengaplikasian di lapangan,” tegasnya.

Harga jual yang mudah dan harga bisa bersaing. Pendampingan yg inten baik itu pendampingan teknis budidaya maupun pendampingan pengembangan kemampuan dari para pembudidaya optimal dilakukan.

“Kemudahan akses dalam informasi penjual bibit dan pembeli hasil produksi juga menjadi penyebab meningkatnya produksi,” ujarnya.

Menurut Subhan, harga pakan untuk lele saat ini berkisar Rp310.500 – Rp337.500,- per sak berat 30 kg.  Harga pakan untuk udang berkisar Rp350.000 – Rp400.000,- per sak dengan berat 25 kg. “Masyarakat banyak yang enggan produksi budidaya ikan jika harganya mahal, ” tukasnya.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Sri Harjani mengatakan, tahun 2020 tidak ada target budidaya ikan. Namun demikian, dirinya saat ini berusaha untuk sosialisasi agar produksi melimpah.

Sri berharap, di tahun 2020 tidak terjadi kemarau panjang. Sebab, Kekeringan yang cukup panjang akan berpengaruh juga pada produksi budidaya ikan. Alasannya, kekeringan mempengaruhi fluktuasi suhu air.

Selain itu Diskan terus mengantisipasi produksi budidaya di tengah musim kemarau ini. Misalnya dengan menyarankan untuk memakai teknologi recirculating aquaculture system (RAS) dalam proses pembenihan dan jenis lainnya.  (imd/ito)

Perkembangan Produksi Budidaya Ikan

Tahun

2016 : 624.750,39 ton

2017 : 530.782,13 ton

2018 : 661. 670,43 ton

2019 : 674.641, 08 ton

2020 : 339.444,85 ton

Komentar

News Feed