Perketat Realisasi BOS, Cabdindik Jatim di Sumenep Tidak Segam Tolak LPj

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MENUNGGU: Terkendala laporan sekolah,  dana BOS reguler tahun 2022 masih belum bisa dicairkan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Bantuan operasional sekolah (BOS) reguler untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) masih belum direalisasikan. Berdasarkan data di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Sumenep anggaran BOS tahun 2022 sebesar Rp40.857.670.000. Sementara jumlah siswa yang akan mendapatkan bantuan tersebut sekitar 21.336. (selengkapnya lihat grafik).

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, BOS reguler akan dicairkan setiap 4 bulan sekali dalam setahun. Sementara saat ini masih belum bisa dicairkan. Sebab, masih menunggu laporan dan validasi dari masing-masing sekolah.

“Insya Allah pertengahan bulan Februari sudah dicairkan, menunggu laporan masing-masing sekolah,” katanya, Kamis (10/2/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam realisasi BOS, pihaknya akan lebih hati-hati dalam melakukan validasi data. Bahkan akan mengembalikan laporan pertanggungjawaban apabila tidak sesuai dengan data yang ada di lapangan.

“Kami akan terus mengontrol sekolah-sekolah serta memberikan pembinaan, khususnya SMA/SMK maupun SLB,”ujarnya.

Ditegaskan Syamsul, semua sekolah dapat merasakan BOS tanpa ada penyelewengan. Peruntukan dana BOS, diantaranya, pelatihan guru dan penyediaan buku pelajaran. Dia menjelaskan, penyediaan pegawai juga bisa dialokasikan dari dana BOS.

“Perlu adanya keterbukaan tentang dana BOS,” tukasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samio’eddin meminta kepada pihak sekolah memahami betul cara penggunaan dan pelaporan dana BOS. Misalnya penggunaan aplikasi SIPlah.  Selain itu, pihaknya menegaskan akan terus mengawasi terkait realisasi penggunaan dana pendidikan tersebut.

“Semoga pencairan BOS reguler cepat terlaksana. Dan laporannya juga diharapkan terkonsep,” tukasnya.

-Besaran Dana BOS Reguler di Sumenep Tahun 2022

*Jumlah siswa 14.136 SMA negeri/swasta. Masing-masing siswa mendapatkan Rp1.850.000= Rp26.151.600.000.

*Jumlah siswa 6.991 SMK negeri/swasta. Masing-masing siswa mendapatkan Rp2.000.000= Rp13.822.000.000.

*Jumlah siswa 209 SLB negeri/swasta. Masing-masing siswa mendapatkan Rp4.230.000= Rp884.070.000.

Jumlah siswa: 21.336

Jumlah anggaran: Rp40.857.670.000

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.