Perlindungan Lansia Berjalan tanpa Karang Werda

KM/ALI WAFA- TANPA LEMBAGA: Pegawai Dinsos Pamekasan sedang memfasilitasi seorang lansia mendapatkan bansos.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sampai saat ini belum membentuk Karang Werda. Padahal, sudah memiliki payung hukum yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia). Sementara itu, sesuai Perda tersebut, Karang Werda merupakan lembaga sosial kemasyarakatan mitra pemerintah desa.

Sebagaimana Karang Taruna yang mewadahi kegiatan pemuda di desa, Karang Werda juga menjadi wadah bagi kegiatan lansia Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Mohammad Tarsun mengaku telah maksimal dalam melindungi lansia di Pamekasan.

Sebab menurutnya, kendati belum memiliki Karang Werda, program perlindungan lansia sudah maksimal. Seperti halnya program Simpati Lansia, yaitu program pemberian makan setiap hari kepada lansia. Selain itu, Tarsun juga menyebut Program Keluarga Harapan (PKH) Plus juga sebagai salah satu program perlindungan lansia.

Bacaan Lainnya

“Jadi walaupun lembaganya tidak aktif, tapi Pemkab-nya sangat aktif melalui Dinas Sosial,” ucap Tarsun.

Perhatian Pemkab kepada lansia di bidang kesehatan juga disebut telah maksimal. Pihaknya mengakomodasi lansia sakit yang tidak terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melalui program Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakes Maskin).

Selain itu, pihaknya juga memiliki program Lansia Produktif. Program tersebut mewadahi potensi lansia, mulai dari pengembangan wawasan wirausaha dan lain sebagainya. Namun, program itu kini tidak berjalan semenjak mewabahnya Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menilai, substansi Perda Nomor 5 Tahun 2012 adalah perlindungan Pemkab kepada lansia. Selama lansia terakomodasi dan terfasilitasi secara maksimal, keberadaan Karang Werda tidak menjadi wajib.

“Kalau wajib secara sosial iya, tapi secara aturan tergantung kebutuhan. Yang paling wajib bagi kita yaitu lansia terfasilitasi,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.